Header Ads

Kenekatan Agus Tersangka Pembunuh Angeline, Apa Karena Nyaman Dengan Tante Margriet?

acehbaru.com | Denpasar - Kasus pembunuhan bocah Angeline (8) telah menyita perhatian publik. Kenekatan Agus yang diduga bersekongkol dalam menghabisi nyawa Angeline diduga karena factor kenyamanan dan perlakuan istimewa yang telah Tante Margriet terhadapnya.


Agustinus Tai Hamdani hanya pekerja di rumah Margriet Cristina Megawe. Namun, ia mendapat perlakuan istimewa dari ibu angkat Angeline itu. Dia diberi kamar yang ada di seberang ruang Margariet, hanya berjarak empat meter. Kamarnya besar, berukuran enam meter persegi dan bersih.


Sementara Angeline hanya mendapat kamar berukuran empat meter persegi. "Dan tidur bareng ayam peliharaan Margriet," kata aktivis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Denpasar, Siti Sapurah, sebagaimana di kutip dari laman TEMPO.CO




[caption id="attachment_23129" align="alignleft" width="300"]Agustinus Tai Hamdani tersangka pembunuh Angeline Agustinus Tai Hamdani tersangka pembunuh Angeline[/caption]

Agus pun "dimanja". Ia tidak pernah menjalankan tugasnya mengurus ayam di rumah tersebut, segala tugas tersebut diwajibkan kepada Angeline. Ia juga diwajibkan memberi makan ayam sebelum berangkat sekolah. Sedangkan, Agus hanya mengawasi Angeline bekerja.


Agus juga bekerja secara "ikhlas", ia tidak mendapat bayaran. Namun, kata Ipung, Agus betah dan selalu menuruti perintah Margriet.


Ipung menuturkan Agus bekerja di rumah tersebut sejak 23 April 2015. Ia dikenalkan oleh salah seorang mantan pekerja di rumah Margriet. Kebetulan, orang yang mengenalkan Agus ini dengan Margriet sama-sama berasal dari Sumba, Nusa Tenggara Timur.


Margriet sebenarnya tidak bisa menerima orang asing di rumahnya. Ipung menuturkan, ia mendapat informasi banyak satpam yang tidak kerasan bekerja di rumah tersebut. "Masuk untuk sekedar ke toilet saja tidak boleh," katanya.


Sebelum bekerja dengan Margriet, Agus berprofesi sebagai petugas kebersihan di sebuah tempat wisata yang ada di Tanjung Benoa. Kenalannya tersebut kemudian mengajak Agus bekerja di Margriet dengan iming-iming gaji memadai.


Ipung mengatakan, lelaki yang mengenalkan Agus tersebut sebenarnya mantan pekerja Margriet. "Dia orang kepercayaan Margriet," katanya. Makanya, Agus juga mendapat perlakuan spesial dari Margriet. Adapun keluarga Margriet dan pengacaranya belum dapat dikonfirmasi soal cerita ini. Pengacara yang mendampingi keluarga Margriet, Bernardin, sudah mengundurkan diri Sabtu siang.




[caption id="attachment_23122" align="alignleft" width="300"]Angeline semasa hidup (Foto: Liputan6/ Facebook/Find Angeline - Bali's Missing Child) Angeline semasa hidup (Foto: Liputan6/ Facebook/Find Angeline - Bali's Missing Child)[/caption]

Angeline dinyatakan hilang sejak 16 Mei 2015. Polisi akhirnya menemukan bocah cantik ini terkubur membusuk di bawah pohon pisang di pekarangan rumahnya pada 10 Juni lalu. Polisi juga menemukan tali dan boneka yang dikubur beserta Angeline. (lia-sumber Tempo.co)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.