Header Ads

Diduga Miliki Senjata, Polisi Bireuen Tembak Mati Pengedar Sabu

acehbaru.com | Bireuen - Aparat Kepolisian Resor Bireuen, menembak mati pengedar sabu sekaligus residivis Lembaga Pemasyarakatan Jantho, Aceh Besar, berinisial Apalah, 44 tahun, Senin, 22 Juni 2015 dalam sebuah penggerebekan di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan. Menurut polisi Apalah ditembak karena diduga memiliki senjata api.


Kapolres Bireuen AKBP. M.Ali Khadafi, SIK di Mapolres Bireuen kepada wartawan mengatakan berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat, bahwa di rumah Abdullah Bin Usman sering dijadikan tempat transaksi sabu dan pesta sabu, atas laporan tersebut Tim Sat Narkoba Polres Bireuen menjelang Salat Magrib bergerak ke Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, untuk melakukan pengerebekan. Tapi sesampai di TK Abdullah Bin Usman melarikan diri, sehingga akhirnya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas.


Khadafi menyebutkan penyergapan terhadap Apalah bukan kali pertama dilakukan, namun sebelumnya sudah dilakukan beberapa kali penggrebekan, namun Apalah selalu lolos. Bahkan saat pengerebekan di Kecamatan Makmur beberapa waktu lalu, Abdullah melepaskan beberapa kali tembakan ke arah petugas.


“Saat di Kecamatan Makmur setelah kita kejar, kita menemukan beberapa selongsong peluru senjata laras pendek, maka atas dasar itu kita duga kuat ia mempunyai senjata. Adapun dalam penggerebekan kali ini, setelah beberapa kali petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara, tapi tembakan yang dilepaskan petugas tak dihiraukan. Lalu, tim kita mencoba melumpuhkan di bagian kaki, karena korban saat coba dilumpuhkan lari, sehingga peluru mengarah ke pinggang, sehingga korban kena peluru di pinggang kanan,” Jelas Kapolres Bireuen.


Apalah adalah tahanan yang kabur dari LP Jantho Aceh Besar setelah di vonis lima tahun oleh pengadilan negeri Bireuen atas kasus sabu-sabu dan dalam putusan itu Apalah juga dibebankan dengan denda RP. 1 Milyar. Beberapa bulan menjalani hukuman di LP Jantho, ia meminta izin dan kemudian kabur.


“Sesaat setelah terkena tembakan lalu pihaknya langsung membawa korban ke RSUD Fauziah Bireuen, namun dalam perjalanan Abdullah Bin Usman menghembuskan nafas terakhir,” Kata AKBP Khadafi
Dalam peristiwa itu polisi menyita 2 paket sabu yang berjumlah 1,15 gram serta tiga buah bong dan menangkap satu orang yang bernama Adi yang diduga memiliki hubungan dengan Apalah. (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.