Header Ads

Danrem 011 Lilawangsa Bertamu Ke Rumah Din Minimi

acehbaru.com | Lhokseumawe – Din Minimi yang kini masih dalam buruan aparat keamanan atas tudingan terlibat aksi bersenjata dan pembunuhan intel Kodim Aceh Utara pada 23 Maret 2015 lalu dikunjungi rumahnya di Desa Ladang Baro Kecamatan Julok Aceh Timur oleh Komandan Korem 011 Lilawangsa, Kolonel Inf A Daniel Chardin. Senin 1 Juni 2015. Penerangan Korem menyebutkan kunjungan tersebut adalah sekedar silaturahmi. “ Ini kunjungan silaturahmi biasa jelang Ramadhan,” Ujar Mayor Nasrun


Dirumah sederhana Din Minimi Danrem bertemu Ibunya Din Minmi, Safiah (70) istri Din Minimi, Linawati, 35 tahun, dan anaknya masing-masing Miranda, 3 tahun, Rizki Maulana, 13 tahun, dan Mahdalena, 9 tahun.


Din Minimi santer setelah duduk bersila di sebuah gubuk di pedalaman Aceh Timur menggelar konfrensi Pers untuk menyatakan melawan pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Zaini –Muzakkir. Perlawanannya dilakukan karena pemerintah Aceh dianggap belum mampu mensejahterakan mantan Combatan, Korban Konflik dan anak yaitim.


Namun dalam perjuangannya menuntut keadilan tersebut, ia dituding terlibat serangkaian penculikan warga sipil untuk mendapatkan tebusan. Dan terakhir, pada 23 Maret 2015 bersama kelompoknya ia dituding terlibat penculikan dua intel Kodim Aceh Utara di Desa Alue papeun Kecamatan Nisam antara yang akhirnya pada Selasa, 24 Maret 2015 ditemukan telah meninggal dengan kondisi luka tembak. Akibat dari itu belasan yang diduga mengetahui kejadian itu ditangkap di Aceh Utara, dan Bireun.


Pada bulan Mei 2015, Polisi terlibat kontak tembak di Banda Aceh dan di kabupaten Pidie, sebanyak 4 anggota Din Minimi meninggal, dan sejumlah senjata disita. Namun Nurdin Ismail alias Din Minimi hingga saat ini belum diketahui dimana rimbanya.


Minggu 31 Mei 2015, portalsatu.com memberitakan, Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Mukhlis Abee, mengaku sangat kecewa dengan kondisi Aceh saat ini. Katanya, perjuangan panjang Aceh berakhir dengan kekecewaan terhadap Gubernur Aceh yang sama sekali tidak peduli terhadap nasib eks kombatan di lapangan serta korban konflik. | IRA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.