Header Ads

Cara HTI Mendamaikan Rohingya dan Banglades Di Kamp Pengungsi

acehbaru.com | Langsa – Insiden perebutan sisa air minum didalam kapal, Kamis 14 Mei 2015 saat pengungsi Rohingya dan Banglades masih terapung di 40an Mil Laut diatas pesisir Langsa yang kemudian berakhir dengan baku hantam hingga menimbulkan korban jiwa kedua belah pihak. Luka itu ternyata ada yang pendam sampai sekarang, satu sama lain masih ada yang enggan bermain bersama.


Fakta ini tidak semua orang percaya, baik yang pernah berinteraksi dengan pengungsi untuk keperluan lihat-lihat saja maupun keperluan publikasi, namun diakui atau tidak saat kita tanya, siapa yang memukul pasti kalau pertanyaan itu diajukan kepada imigran Banglades tanpa mikir mereka langsung menyebutkan bahwa Rohingyalah yang pernah memulai. Tapi giliran kita tanyakan kepada Rohingya maka kita akan mendaptkan cerita sebaiknya, yaitu Bangladeslah yang memulai baku hantam saat itu.


Terlepas siapa yang memulai, pastinya diantara mereka ada yang masih memendam apa yang pernah mereka alami dilaut dan terbawa hingga kedaratan. “Rohingya is Friend,” Ujar seorang relawan Hizbur Tahrir Kota Langsa kepada remaja tanggung dari Banglades. Lalu remaja itu menjawab. “ No..No”


“Kita berharap dengan kegiatan ini hubungan antara pengungsi Rohingya dan Bangladesh bisa saling akur serta ancaman jiwa yang telah dihadapi sebelumnya tidak lagi menjadi trauma mereka terkhusus untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan nanti” Ujar Ketua Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Langsa Iqbal, S.HI. sambil menambahkan Rohingya dan Bangladesh itu adalah muslim dan sesama muslim adalah bersaudara. Tak seharusnya sesama mereka saling tidak cocok dan itulah salah satu alasan kita melakukan kegiatan ini dengan tema persatuan. (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.