Header Ads

Asyiknya Makan “PHA” Bersama Rohingya

[caption id="attachment_22959" align="alignleft" width="300"]Setelah beberapa hari Pengungsi Rohingya  di Kamp penampungan Pelabuhan Kuala Langsa sudah terlihat membaik. Setelah beberapa hari Pengungsi Rohingya di Kamp penampungan Pelabuhan Kuala Langsa sudah terlihat membaik.[/caption]

acehbaru.com - Kehadiran pengungsi Rohingya membuka pengetahuan baru bagi masyarakat Indonesia terutama Aceh. Kesamaan makanan  dan kebiasaan dari pengungsi menjadi suatu yang wah!. Pasalnya ada sejumlah makanan yang juga di konsumsi etnis Rohingya, masyarakat Aceh juga menyukainya. Jumat 12 Juni 2015




[caption id="attachment_22957" align="alignright" width="300"]Kondisi pengungsi Rohingya sehari setelah didaratkan ke Pelabuhan Kuala Langsa, Sabtu, 16 Mei 2015 Kondisi pengungsi Rohingya sehari setelah didaratkan ke Pelabuhan Kuala Langsa, Sabtu, 16 Mei 2015[/caption]

Sebut saja si Idin 32 tahun, pemuda yang baru saja menyabet gelar sarjana ini suatu hari berkunjung ke kamp pengungsian Rohingya di Pelabuhan Langsa.


Ia tak seperti kebiasaan warga lain yang berkunjung dikala siang, namun ia memilih berkunjung saat malam. Selain siang tak ada waktu karena bekerja,  juga ia ingin melihat apa aktivitas mereka (pengungsi)  di malam hari.




[caption id="attachment_22958" align="alignright" width="300"]Rohing Langsa (10) Pagi, Jumat 15 Mei 2015 saat pengungsi Rohingya didaratkan Nelayan Aceh di Pelabuhan Kuala Langsa[/caption]

Malam itu tak banyak waktu bagi Idin dan 3 kawannya, untuk berkeliling dan beriteraksi dengan para pengungsi. Namun diwaktu yang singkat itu, Idin menemukan suatu yang indah dan nyaman saat ia ditawari Siri atau ranub mameh oleh pengungsi Rohingya.


Tak heran, Idin yang memang ngiler melihat Ranup Mameh langsung nyambung, ia terima, mereka pun sama mengunyah sirih.  Etnis Rohingya menyebut sirih dengan sebutan PHA  (Ranueb). Makan sirih meruapkan salah satu kebiasaan Etnis Rohingya yang sama persis dengan masyarakat Aceh.


“Awaknyan pajoh ranueb, awak tanyo pajoh ranueb sit, sama. “tapi cara peugah haba tajam,” Tambah Idien (ira)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.