Header Ads

RSUD Langsa Rawat 140 Pengungsi Rohingya, Dr. Akbar : Stok Obat Menipis

acehbaru.com | Langsa-Dalam rapat kordinasi tim terpadu Pemko Langsa untuk penanganan pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang berada di Kuala Langsa, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Langsa sudah merawat 140 pengungsi yang sudah dirujuk ke RSUD karena wabah diare. Pihak rumah sakit juga sudah mengaktifkan posko pelayanan kesehatan selama 24 jam sejak hari pertama kedatangan para pengungsi.


Kordinator Tim Medis RSUD Langsa, dr.Akbar mengungkapkan telah menyiapkan sebanyak 27 tempat tidur rawat inap khusus untuk pengungsi tersebut. Sampai hari ke lima (19/5/2015) kemarin, sudah 48 orang yang dilayani berobat, 3 orang dalam kondisi gawat, 2 orang dioperasi, 1 orang luka di kepala, 1 orang luka di kaki. 1 anak nama Syahera Bibi (3 thn) meninggal tadi pagi, Rabu, 20 Mei 2015, setelah di rawat 5 hari di ruang ICU didiagnosa tetanus dan mikrocephali. Melihat kondisi kesehatan para pengungsi, Akbar mengaku khawatir stok obat untuk masyarakat Kota Langsa akan habis, sehingga nantinya tidak bisa melayani masyarakat Langsa yang sakit.


“ Stok obat di RSUD terbatas, khawatir nantinya tidak ada stok obat untuk masyarakat Langsa,” ungkap dr,Akbar.
Sementara Dinas Sosial yang menangani kebutuhan makan hampir 700 orang pengungsi mengatakan sejak hari pertama kedatangan pengungsi hampir seluruh staf Dinas Sosial dikerahkan untuk membantu di lokasi pengungsi. Sehingga Tugas dan Fungsi (TuPoksi ) pokok sehari-hari dinas social menjadi terkendala.


“ Kedepan mungkin para staf dinas sosial tidak mampu lagi membantu di lokasi pengungsi terutama petugas dapur dan logistik,” ungkap Mursidin.


Husaini dari Yayasan Sheep Indonesia mengatakan dalam menangani pemberian bantuan terhadap pengungsi penting adanya set up managemen relawan. Sehingga semua sektor dapat dapat berjalan dengan baik sesuai yang dibutuhkan.


“ Banyak orang yang ingin menyumbangkan tenaga untuk membantu para pengungsi, terutama masyarakat dan mahasiswa di kota langsa, tetapi tidak ada yang menghayer atau mengelola para calon relawan tersebut sehingga apa yang mereka lakukan kurang efektif terhadap kebutuhan para pengungsi,” ungkap Husaini.


Setelah lima hari berada di penampungan pengungsi pelabuhan Kuala Langsa, secara umum kondisi para pengungsi Rohingya dan Banglades semakin baik. Sejak hari pertama mereka merapat ke pelabuhan Kuala Langsa, Pemerintah Kota Langsa memerintahkan seluruh dinas terkait seperti BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kebersihan, Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Langsa turun membantu para pengungsi. Tidak hanya instansi pemerintah, UNHCR, organisasi Mahasiswa UNSAM dan masyarakat juga turut memberikan bantuan berupa logistik, dana dan tenaga. | IVO |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.