Header Ads

Puluhan Kuburan Massal Ditemukan di Malaysia, Diduga Terkait Pengungsi Rohingya

acehbaru.com - Pihak berwenang Malaysia mengatakan, polisi menemukan sejumlah kuburan massal di dekat Padang Besar dan Wang Kelian, Negara Bagian Perlis yang berbatasan dengan Provinsi Songkhla, Thailand bagian selatan. Kepastian itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, Minggu (24/5/2015). Baca :Satu Pria Banglades Ditemukan Sakit Dekat Hutan Tempat Kuburan Massal Imigran Rohingya Ditemukan


"Hari ini kepala kepolisian dan wakil kepala kepolisian berada di dekat perbatasan Malaysia-Thailand untuk mengindentifikasi dan memverifikasi kuburan massal yang ditemukan oleh VAT69 (polisi satuan khusus) dan PGA (angkatan pertahanan sipil). Kuburan-kuburan ini diyakini terkait dengan kegiatan perdagangan manusia yang melibatkan migran," kata Ahmad Zahid Hamidi.


Media setempat melaporkan, jumlah kuburan massal mencapai 30.


Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, polisi juga menemukan kamp-kamp yang diduga digunakan untuk menyekap migran.


"Selain itu, kami juga menemukan 14 kamp di wilayah perbatasan yang diyakini digunakan untuk perdagangan manusia. Kami juga menemukan tiga kamp yang lebih kecil."


Operasi besar


Kuburan-kuburan massal dilaporkan ditemukan sebelum akhir pekan dan setidaknya terdapat 100 jenazah yang diyakini sebagai pengungsi Rohingya dari Myanmar dan imigran Banglades. Sekitar awal bulan ini, pihak berwenang Thailand menemukan sejumlah kuburan massal serupa di Thailand bagian selatan.


Kecurigaan terhadap kegiatan perdagangan manusia dan keberadaan kuburan massal di Negara Bagian Perlis, Malaysia, sudah lama terendus. Tetapi, Pemerintah Malaysia sebelumnya menepisnya.


Dua pekan lalu, seorang anggota parlemen Malaysia dari daerah pemilihan Padang Besar, Perlis, Datuk Zahidi Zainul Abidin, bersama Sekretaris Institut Kerja Sama Islam Antarbangsa Malaysia, Mohammad Shamsuddin Damin, hendak meninjau lokasi dugaan kuburan massal di sana.


"Tetapi, tidak dibenarkan oleh polisi karena mereka mengatakan sedang membuat operasi besar-besaran," kata Mohammad Shamsuddin Damin kepada wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.


Penemuan kuburan massal dan kamp di Malaysia terjadi ketika Malaysia dan Indonesia melakukan operasi pencarian dan penyelamatan ribuan pengungsi dan migran yang diperkirakan masih berada di laut. Mereka diduga ditinggalkan oleh awak kapal setelah digelar operasi pemberantasan perdagangan manusia.


Hampir 1.800 orang telah diselamatkan di Aceh dan 1.107 orang mendarat di Pulau Langkawi, Malaysia. Mereka terdiri dari pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari penindasan dan kekerasan di Myanmar dan migran Banglades yang mencari kehidupan lebih baik. | BBC INDONESIA|


 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.