Header Ads

Pemkab Aceh Utara Diminta Serius Selesaikan Sengketa Tapal Batas

acehbaru.com | Aceh Utara – Warga Desa Matang Karieng, Kec. Seunuddon, Aceh Utara meminta pemerintah kabupaten setempat untuk serius dan segera menyelesaikan sengketa tapal batas antara Desa Matang Karieng dan Ulee Matang. Pasalnya, Muspika Seunuddon telah keliru mengambil keputusan penetapan tapal batas antara kedua desa tersebut beberapa waktu lalu.

“Penetapan tapal batas pada 08 Februari 2015 oleh Muspika itu tidak didasari persetujuan warga Matang Karieng karena tidak tanda tangan berita acara dan surat kesepakatan kedua belah pihak yang bertikai, maka pada 9 Februari 2015 kami mengirimkan berita acara keberatan dan penolakan,” Kata Ketua Pemuda Desa Matang Karieng, M Nur, Kamis 14 Mei 2015.

Ia menyebutkan, penentuan tapal batas kedua desa itu oleh Muspika tidak adanya keadilan, merugikan warga Matang Karieng dengan menghilangkan aset desa, menghilangkan hak proprogatif dengan tidak mengindahkan dan tidak menghiraukan dokumen-dokumen yang di ajukan masyarakat, seperti akte Jual Beli Tanah, bukti wajib Pajak Desa Matang Karieng, bukti lama dan bukti baru, serta data-data tambahan lainnya seperti peta kecamatan yang diambil dari data yang di publikasikan oleh Bapeda Aceh Utara melalui Podes Seunuddon 2012.

Sementara itu Mustafa Kamal, salah seorang warga Desa Matang Karieng lainnya mengatakan,  Muspika Seunuddon harus belajar kembali cara mengambil keputusan dan selidiki dulu kasusnya sebelum mengambil keputusan dan sangat penting belajar cara aturan hukum sehingga keputusan yang diambil nantinya  lebih rasional jangan tidak rasional seperti sekarang ini, dan masyarakat sangat mengharapkan Muspika Seunuddon untuk dapat membatalkan keputusan yang telah diambil.

“Kekecewaan kami terhadap Muspika Seunuddon karena tidak menghiraukan berita acara penolakkan penetapan tapal batas, sehingga pada tanggal 18 Februari 2015 kami menyurati Bupati Aceh Utara memohon agar segera menyelesaikannya, namun sudah dua bulan Bupati Aceh Utara juga belum menaggapi persoalan tapal batas ini,” tegas Mustafa Kamal. | AMI |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.