Header Ads

'Almarhum' Minta Pemerintah Aceh Ciptakan Lapangan Kerja

acehbaru.com | Meulaboh- Aksi memperingati hari buruh ada yang unik dan penuh arti, ditenagh kegalauan dan kepusingan ekonomi masyarakat Aceh, sejumlah mahasiswa ini menamakan dirinya Almarhum (Aliansi Mahasiswa dan Rakyat untuk Hari Buruh) saat menggelar demontrasi di hari buruh dan mereka meminta pemerintah Aceh menciptakan lapangan kerja.


"Sangat banyak pengangguran di Aceh Barat sehingga angka kemiskinan daerah kita termasuk paling tinggi di Indonesia, padahal banyak perusahaan masuk berinvestasi tapi tidak merekrut tenaga kerja lokal," kata salah seorang mahasiswa, Zulhemi Ridwan di Meulaboh, Jum'at, kemarin sebagaimana dilansir laman Antara.


Ratusan masa tergabung dalam "Almarhum" memperingati May Day di Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, para buruh di kawasan itu dibantu oleh sejumlah elemen sipil dari unsur mahasiswa serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh.


Salah satu poin penekanan dalam aksi mereka adalah menyoroti angka kemiskinan di daerah itu yang kini mencapai 23,18 persen dari sekitar 200 ribu penduduk Aceh Barat, padahal investor bergerak di sektor pertambangan terus berdatangan menanamkan modal di kawasan setempat.


Bukan hanya di tingkat daerah, akan tetapi Kabupaten Aceh Barat tercatat masuk satu dari 183 kabupaten daerah tertinggal di Indonesia ataupun kabupaten termiskin di Aceh dengan tingkat pengangguran yang sangat tinggi.


"Pemda dan perusahaan di Aceh Barat kami minta untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal putra daerah serta memberikan upah buruh sesuai UMP dengan tanpa mengabaikan hak-hak buruh mendapatkan jaminan kesehatan," tegasnya.


Koordinator lapangan Raman Dharwis Sandika menambahkan, berkaitan dengan operasional pekerja bongkar muat barang yang merupakan buruh kasar dikawasan itu masih sangat membutuhkan penambahan lokasi yang lebih layak.


Kemudian pemerintah daerah, legislatif dan perusahaan berada dikawasan itu dimintakan untuk mengalokasikan dana hibah untuk biaya pendidikan anak pekerja, karena dengan pendidikan akan mampu menekan angka pegangguran serta kemiskinan untuk masa mendatang.


"Kita melihat nyata bahwa para buruh masih sangat membutuhkan perhatian serius dari pemerintah terutama persoalan UMP dan juga penyesuaian jam kerja pada perusahaan," katanya.


Dalam aksi dibundaran simpang Pelor Meulaboh tepatnya didepan kantor DPRK setempat dikawal aparat keamanan dari Polres Aceh Barat, Polda Aceh, selama aksi berlangsung kepolisian mengalihkan jalur jalan memutar di bundaran persimpangan tersebut.


Masa sempat membuat suasana aksi sedikit memanas dengan membakar kertas dan poster yang dibawa dalam aksi damai para buruh dimulai sejak pukul 09.20 sampai pukul 10.00 WIB. | LIA | Sumber Antara|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.