Header Ads

Kisah Pengungsi Rohingya: Rebutan Makanan, Imigran Rohingya dan Bangladesh Berantam

acehbaru.com - Para pengungsi Rohingya dan Bangladesh sempat berkelahi di dalam kapal sebelum diselamatkan nelayan Aceh pada Kamis (14/5/2015) sekitar pukul 23.00 WIB. Perkelahian dipicu persoalan makanan.


Imigran gelap ini berada di perairan Aceh setelah diusir oleh otoritas Malaysia. Dengan kapal mesin bermasalah, lebih 700 imigran terkatung-katung 40 mil dari pantai Aceh Timur. Banyak di antara imigran yang melompat ke laut setelah mesin kapal rusak. Kapal juga mengalami kebocoran.


Di tengah keputus-asaan, para imigran juga mengalami kekurangan makanan. Akibatnya, para imigran Rohingya dan Bangladesh sempat berkelahi.


Saidul Islam, 19 tahun, menyebutkan, imigran Bangladesh menyerang untuk memperoleh makanan. “Kami punya makanan. Mereka tidak punya. Makanya Benggali menyerang kami dengan pisau, parang, palu, dan kabel,” sebutnya kepada acehkita.com saat ditemui di penampungan Kuala Langsa, Jumat (15/5/2015).


Perkelahian itu menyebabkan banyak di antara imigran mengalami luka-luka. Pantauan acehkita.com, belasan di antara imigran mengalami luka di kepala, tangan, dan anggota tubuh lainnya.




[caption id="attachment_22356" align="alignleft" width="300"]Saadul Khusun, 18 tahun, memperlihatkan luka di kepalanya. Ia mengaku dipukul oleh imigran Bangladesh. | FOTO: Radzie/ACEHKITA.COM Saadul Khusun, 18 tahun, memperlihatkan luka di kepalanya. Ia mengaku dipukul oleh imigran Bangladesh. | FOTO: Radzie/ACEHKITA.COM[/caption]

Saadul Khusun, misalnya. Kepala remaja 18 tahun tersebut bocor setelah dipukul dalam perkelahian itu. Ia menuding imigran Bangladesh yang memulai kericuhan dengan merebut makanan mereka.


Akkas, 45 tahun, menolak disebut Bangladesh yang memulai perkelahian. “Mereka menguasai pasokan makanan di kapal. Ketika kami minta, mereka memukul,” kata pria asal Dhaka tersebut.


Belasan orang dirawat akibat luka begitu sampai di Kuala Langsa. “Saya yang tidak pernah menjahit, kali ini saya jahit luka orang,” kata Abdul Hadi, salah seorang nelayan yang terlibat upaya penyelamatan di Pelabuhan Kuala Langsa.


Wakil Direktur Pelayanan RSU Langsa Syamsul menyatakan, beberapa imigran mengalami luka parah sehingga kejang-kejang. “Mereka kita rawat di RSU Langsa,” ujarnya. “Penyebabnya nyeri luka hebat sehingga kejang-kejang.”


Hingga pagi ini, 32 imigran dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Langsa.


Saat ini para imigran ditampung dalam dua gudang besar di Pelabuhan Kuala Langsa. Imigran Rohingya dipisahkan dengan Bangladesh.


Pemerintah Kota Langsa mendirikan dua tenda medis dan dapur umum untuk melayani para imigran. Di posko kesehatan, terlibat lebih 50 imigran yang dirawat akibat mengalami dehidrasi akut.| Sumber acehkita.com |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.