Header Ads

Keluarga Pengungsi Rohingya yang Terpisah, Akan Dipertemukan

acehbaru.com - Perpisahan anggota keluarga dalam pelarian para pengungsi Rohingya dengan tujuan Malaysia yang akhirnya terapung dan diselamatkan nelayan Aceh dan sebagian didaratkan ke Pulau Langkawi, Indonesia dan Malaysia sedang memikirkan untuk mempertemukan mereka. Jumat, 29 Mei 2015


Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam  sebuah wawancara dengan BBC Indonesia mengatakan sedikitnya ada sekitar 60 kepala keluarga pengungsi Rohingya asal Myanmar, yang baru-baru ini mendarat di Aceh, dijadwalkan akan dipertemukan dengan anggota keluarga mereka yang mendarat di Malaysia.


Di lima tempat penampungan di Aceh, yang terdampar dalam 3 gelombang, masing-masing gelombang pertama terdampar ke Pantai Seunundon Aceh Utara, pada Minggu 10 Mei 2015 sebanyak 582 orang dengan rincian 332 rohingya dan 250 Banglades.


Dan Gelombang Kedua, Jumat, 15 Mei 2015  diselamatkan nelayan Aceh di perairan Langsa  yang kini menempati kamp pelabuhan Kuala langsa sebanyak 682 orang, dengan rincian 256 Rohingya setelah satu meninggal dunia dalam perawatan, dan 426 Banglades. Dan pada hari yang sama Nelayan Seuruway juga menyelamatkan 47 orang, dengan rincian 38 Rohingya dan 9 Banglades kini mereka ditampung di Gedung SKB Pemkab Tamiang.


Dan gelombang ketiga, Rabu 20 Mei 2015  sejumlah nelayan Julok Aceh Timur juga menyelamatkan 433 orang pengungsi Rohingya dan Banglades, dengan rincian 375 Rohingya dan 58 Banglades. dari jumlah tersebut Aceh menampung 1.748 Pengungsi, 1002 Etnis Rohingya dan 747 Imigran Banglades.


Seperti diberitakan BBC, Menteri Sosial menyebutkan cukup banyak pengungsi yang suaminya di Malaysia sementara  istrinya berada di Aceh. atas kondisi itu, katanya akan di upayakan  pendekatannya reunifikasi, dipertemukan kembali.


Para pengungsi Rohingya yang diselamatkan oleh  militer Malaysia  kini ditampung Pusat Detensi Imigrasi Belantik, Negara Bagian Kedah. Namun akses kepada penungsi di Kedah, kata Menteri jauh berbeda dengan di Aceh, warga dan media dibatasi oleh otoritas setempat. Termasuk badan yang membawa bantuan.


Menteti menyebutkan terpisahnya suami istri tersebut karena saat berangkat dari Myammar mereka beda perahu, semua para pengunghsi dan imigran pencari kerja Banglades sama -sama bertujuan ke Malaysia. namun yang maha kuasa berkata lain. Dengan berbagai masalah dalam perjalanan, mereka terapung kesana kemari, ada yang diselamatkan Nelayan  Aceh dan ada juga kapal yang akhirnya didaratkan ke Langkawi Malysia.


Menteri Khofifah menyatakan, persoalan Reunifikasi tersebut sedang dalam pemabahasan antara Indonesia dan Malaysia, dalam pembahasan tersebut, termasuk soal teknis berapa orang anggota keluargha yang akan dipertemukan baik di Aceh maupun di Malaysia. "Di Aceh sendiri pun, terdapat pengungsi dari satu keluarga yang terpisah dalam perjalanan laut," Kata Khofifah sebagaimana diberitakan BBC


Contoh, ada pengungsi yang suaminya diselamatkan di Langsa, sementara istri berada di kamp Kuala cangkoy Lhosukon Aceh Utara ", Ujar Eka Suwandi dari lembaga amal Dompet Dhuafa.


Kini mereka yang menempati kamp pelabuhan Kuala langsa dan Kamp Eks PT Kertas Lontar Papyrus Desa Bayeun Aceh Timur dalam kondisi mulai membaik. Begitu juga dengan penataan kamp dan kebutuhan sudah dalam penanganan Pemda dua kabupaten kota, IOM dan UNHCR, sementara 47 yang ditampung di gedung SKB Aceh Tamiang, mereka bak tinggal di sebuah hotel melati, punya ranjang dan kamar.


Namun untuk Kamp Kuala Cangkoy Aceh Utara dimana 332 Etnis Rohingya yang juga dibawah penangan Pemda Aceh Utara, IOM dan UNHCR yang ditempatkan diareal TPI Kuala Cangkoy terlihat masih amburadur | IRA | BBC|


 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.