Header Ads

Bedah Film Samin Vs Semen dan Alkinemokiye Dibubar Paksa Centeng Universitas Brawijaya

acehbaru.com | Malang - Acara bedah film Samin Vs Semen dan Alkinemokiye karya Watchdoc yang diselenggarakan oleh LPM DIANNS pada, Jumat, 1 Mei 2015 dibubarkan secara paksa oleh Gabungan Satuan Pengamanan (Satpam) Universitas Brawijaya. Sabtu, 2 Mei 2015


LPM DIANNS dalam rilisnya mengatakan acara yang diikuti oleh kurang lebih 100 orang ini rencananya diselenggarakan pada pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. Namun karena ada upaya penghentinan dari satpam   acara baru bisa dimulai pada pukul 19.30 WIB.


Satpam Fakultas ilmu Adminitrasi  mengatakan bahwa acara ini harus dihentikan karena tidak memiliki izin dari fakultas. Padahal, panitia telah mengantongi surat izin dari rektorat yang telah dibubuhi tanda tangan dari Siti Marfuah selaku Kepala Sub Bagian (Kasubag) Rumah Tangga rektorat.


Panitia meminta izin kepada rektorat karena saat pengajuan izin di tingkat fakultas, pihak birokrat melemparkan wewenang dengan memerintahkan panitia untuk meminta izin langsung dari rektorat. Izin dari rektorat didapat panitia pada tanggal 13 April 2015.


Dalam surat tersebut tidak disebutkan bahwa surat izin rektorat berlaku setelah memperoleh izin dari Fakultas. Siti Marfuah, selaku pihak yang menandatangani surat tersebut juga tidak memberikan pernyataan semacam itu.


Di sisi lain, pihak fakultas tidak memberi pernyataan tertulis mengenai diterima atau ditolaknya surat izin tersebut. Padahal, panitia sudah menyerahkan surat izin rektorat kepada pihak fakultas pada tanggal 27 April 2015.


Pada hari tersebut, Sri Mangesti selaku Pembantu Dekan III mengatakan bahwa ia akan membicarakan perizinan yang sudah turun dalam rapat yang diadakan bersama jajaran dekanat pukul 11.00 WIB. Namun, hingga tanggal 1 Mei, Sri Mangesti tak kunjung memberi kejelasan. Oleh karena itu, panitia berasumsi bahwa keputusan dari rektorat, yang merupakan otoritas tertinggi dalam universitas, adalah keputusan final.


Pada hari-H pukul 17.27 WIB, 33 menit sebelum acara dimulai, 4 orang satpam FIA mendatangi panitia yang sedang melakukan persiapan acara di lantai 1 gedung A. Mereka menanyakan perihal izin penyelenggaraan acara dari fakultas.


Nuris Ajizah selaku Ketua Pelaksana (Kapel) acara menunjukan izin dari rektorat. Akan tetapi, satpam FIA tetap menganggap acara tidak berizin dan meminta panitia menghubungi Sri Mangesti dan Bambang Supriyono selaku Dekan FIA. Namun, tidak ada jawaban atas panggilan yang dilakukan. Bahkan nomor Sri Mangesti mendadak tidak aktif.


Setelah mengalami perdebatan selama 1.5 jam, panitia memutuskan untuk tetap memulai acara karena pemateri dan peserta diskusi mulai memenuhi tempat acara. Selama acara berlangsung, kurang lebih 20 orang satpam berjaga di sekitar gedung A. Mereka bukan hanya satpam FIA, melainkan juga anggota Markas Komando (Marko) UB.


"Kami tidak mengetahui pihak mana yang mendatangkan Marko serta apa alasan di balik kedatangan mereka yang mendadak. Selama pemutaran film, beberapa orang panitia tetap melakukan negosiasi intensif dengan pihak keamanan. Marko meminta panitia mengakhiri acara pada pukul 20.30 WIB, menampik kenyataan bahwa acara dapat berlangsung hingga pukul 21.00 sesuai dengan izin dari rektorat," Jelas Nuris Ajizah selaku Ketua Pelaksana


Dia menambahkan, pada pukul 20.45 WIB, salah satu anggota Marko maju ke hadapan peserta diskusi dan menyatakan dengan tegas bahwa acara harus dihentikan karena waktu yang diberikan telah berakhir. Sesaat kemudian, anggota Marko lainnya beserta satpam FIA menghambur ke tempat acara dan membubarpaksakan acara tersebut. Pembubaran tersebut dilakukan dengan dalih bahwa panitia tidak memiliki izin penyelenggaraan acara.


Siti Marfuah yang pada saat itu dihubungi oleh Puji Kusmanto selaku Kepala Bagian Tata Usaha FIA segera mendatangi lokasi dan mencoba menengahi perdebatan antara panitia dan Marko. Hasil akhirnya, Siti Marfuah memutuskan untuk membubarkan acara setelah sempat meminta maaf kepada audience.


Acara pun berakhir tanpa sempat menggelar diskusi. Anehnya, sejak awal persiapan acara dilakukan sampai terjadinya pembubaran, Puji Kusmanto maupun pihak birokrat FIA lainnya tidak menampakkan batang hidungnya.  Buka :  Samin Vs Semen  | Rilis|


 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.