Header Ads

Zhuri 2,3 Tahun, Bocah Korban Penyiksaan Paman dan Bibi

acehbaru.com | Aceh Tamiang - Bocah Zhuri (bukan nama lengkapnya) masih berusia 2,3 tahun. Tapi di usia sebelia itu harusnya menerima kasih sayang. Tapi justru sebaliknya,  ia menerima nasib tragis menjadi korban penyiksaan berat dari paman dan bibinya. Kini bocah malang yang jauh dari kedua orangtuanya itu terbaring lemas diruang rawatan RSUD Aceh Tamiang. Kamis, 23 April 2015


Zhuri dirawat karena menderita penganiayaan berat hingga berakibatkan batok kepalanya retak, tangan retak, bibir memar, bagian perut penuh bekas gigitan. Tidak cuma itu yang diterima bocah perempuan berkulit putih itu, ia juga menerima penyiksaan dengan cara disulut api rokok dibagian bawah perut tepatnya diatas kemaluannya.


Diruang rawatan RSUD Zhuri ditemani Elvi (32) yang tidak lain adalah istri dari abang kandung Ibunya. Diatas ranjang Zhuri mencoba tampil kuat, walau tangan dan kakinya terbungkus balutan perban yang terpindai untuk mengembalikan tulang yang retak dan patah. Zhuri tidak menangis namun bolamatanya tidak menunjukkan keceriaan layaknya balita seumurannya dalam kondisi normal.


Sejumlah pengunjung yang umumnya keluarga pasien di rumah sakit,  maupun warga disekitar Rumah sakit yang ingin melihat langsung kondisi Zhuri tak sanggup menahan tangis. Kesedihan bercampur kemarahan dari pengunjung ruangan itu tak terbendung, berbagai cacian terhadap pelaku yang tidak berperikemanusian menyiksa bayi seumuran itu keluar dengan sendirinya. "Ibu –ibu menangis".


Rasa sesak didada seketika muncul ketika balutan pampers yang membungkus kemaluan dibuka, bekas salutan api rokok terlihat jelas dibagian atas kemaluan balita ini. Begitu juga dibagian perut, bekas gigitan terpampang jelas.


Melihat kondisi ini bagi pengunjung yang masih sanggup menahan tangis terlihat diam. Mata mereka tertuju ke tubuh balita mungil tak berdosa itu, kepala mereka menggeleng-geleng, pertanda tak sanggup membayangkan kekejaman yang dialami si bocah Zhuri.


Tidak ada yang sanggup membayangkan, jika penderitaan dan penyiksaan yang dialami Zhuri tidak ketahuan sampai sekarang, bisa jadi anak simata wayang pasangan Halimah dan Alwi Akbar ini, entah bagaiamana nasibnya.


Namun Allah berkata lain, seminggu yang lalu, Zhuri mengalami kejang-kejang, karena itulah Siti Maharani istri dari Irwan penduduk asal desa Binjai Kecamatan Seuruway Kab, Aceh Tamiang membawa Zhuri ke Puskesmas setempat.


Disanalah perbuatan mereka yang tertutup selama 4 bulan lamanya terkuak. Bidan dan perawat di Puskesmas melihat sejumlah kejanggalan ditubuh bocah perempuan tak berdosa itu. Akhirnya informasi tentang keanehan tubuh Zhuri tersebar hingga ke masyarakat. Rasa simpati dan iba bermunculan dari warga, akhirnya masyarakat memilih melaporkan kasus penyiksaan bocah ini ke Polsek setempat.




[caption id="attachment_21465" align="alignleft" width="702"]Bekas gigitan di perut dan bekas bakaran rokok dibawah perut bocah Az (2,3 tahun) | Foto acehbaru.com Bekas gigitan di perut dan bekas bakaran rokok dibawah perut bocah Az (2,3 tahun) | Foto acehbaru.com[/caption]

Zhuri dalam kondisi tidak berdaya itu dirujuk ke RSU Daerah Kab, Aceh Tamaing untuk mendapatkan pertolongan medis lanjutan. Sementara Paman dan Bibinya Irwan dan Siti Maharani yang telah menyiksanya dibekuk aparat kepolisian.


Elvi seorang kerabat Ibunya Zhuri yang kini setia menjaganya di rumah sakit, kepada acehbaru.com menuturkan, semenjak lahir hingga umur 1,7 bulan Zhuri tinggal bersama ibunya di Belawan Sumatera Utara, namun setelah itu karena alasan ekonomi ibunya berangkat bekerja ke Malaysia, sementara Zhuri ditinggal sama saudaranya. Baru empat bulan yang lalu, Zhuri berpindah asuhan ke keluarga bibinya di Desa Binjai Seuruway.


Tidak ada keluarga yang tahu sebelumnya bahwa Zhuri menerima penyiksaan seperti itu, karena setiap ibunya menelpon, selalu jawaban yang menyejukkan disampaikan oleh si Bibi . “Tapi kenyataannya seperti ini,” Ujar Elvi sambil menangis.


Halimah  tidak menitipkan gratis anaknya, ia selalu mengirim Rp 1 juta perbulan untuk kebutuhan susu dan pakaian anaknya. “Uang ada dikirim tapi celana anak ini udah robek-robek,” Tambah Elvi


Sementara Direktur RSU Tipe C Kab Aceh Tamiang, dr Hj Lia Imelda, Srg, M.Kes mengatakan dari hasil Diagnosis dokter ditemukan kepala Zhuri mengalami keretakan, bagian pipinya memar, matanya juga terganggu, tulang lengan tangan kanannya retak, bagian tubuh penuh bekas gigitan, dan bagian atas kemaluan penuh bekas luka bakaran rokok, serta kemaluan bocah itu juga ditemukan dugaanada tekanan benda tumpul. Kaki kiri mengalami patah tulang diatas lutut, sementara kaki kanan mengalami keretakan tulang. “Anak itu juga mengalami trauma, jadi bukan saja fisik yang diderita, tapi juga psikis,” Ujar dr Hj Lia Imelda.


Semua pengunjung ruangan tempat Zhuri dirawat menunjukkan simpati, dan mendoakan semoga si bocah yang telah lepas dari cengkraman maut si paman dan Bibinya cepat pulih kembali. Pun begitu dengan Pak Polisi, agar jangan menganggap kasus ini sekecil lidi, namun hukuman yang berat terhadap pelaku adalah suatu tindakan terpuji. | LIA |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.