Header Ads

Pasangan Suami Istri Di Makmur, Dilaporkan Hilang

[caption id="attachment_20706" align="alignleft" width="300"]Nazaruddin Zulkifly ( 31 ) dan Zulyani ( 21 ) pasangan suami istri warga Gampong Ara Lipeh Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen dilaporkan hilang, Sabtu  4 April 2015 hingga, Kamis 9 April 2015 belum diketahui kabarnya. Nazaruddin Zulkifly (31) dan Zulyani (21) pasangan suami istri warga Gampong Ara Lipeh Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen dilaporkan hilang, Sabtu 4 April 2015 hingga, Kamis 9 April 2015 belum diketahui kabarnya.[/caption]
acehbaru.com | Bireuen - Hingga hari ke empat pasangan suami isteri Nazaruddin Zulkifly (31) dan Zulyani (21) warga Gampong Ara Lipeh Kecamatan Makmur Kabupaten Bireuen belum diketahui nasibnya. Kamis, 9 April 2015

Zulkifly (50) orang tua korban  saat ditemui, Rabu, 8 April 2015 terlihat sedih, matanya jauh menerawang kedepan, Miranza (7 ) cucunya  yang ditinggal pergi kedua orang tuanya dipangku erat.

Perlahan ia menceritakan, bahwa pada, Sabtu 4 April 2015 pukul 18.40 wib, pasangan suami istri Nazaruddin Zulkifly (31) dan Zulyani (21) berangkat dari rumah untuk tujuan ketempat berobat di Desa Pante Baroe Kecamatan Peusangan Siblah Kreung Kabupaten Bireuen.

Berbarengan dengan itu ia  melihat  cucunya Miranza sedang jalan  menuju rumah neneknya yang terpaut puluhan meter arah selatan rumahnya, pada saat itu Zulkifly kebetulan sedang berada di sumur untuk  mengambil wudhuk,   menanyakan kepada cucunya Miranza.

“Hokajak nyak, cucunya menjawab lon nak jak bak nek u rumoh tunong, lalu kakeknya menanyakan lagi “puka jak, jawab cucunya gebijak le mak enteuk gewo gejak cok lon“ kemudian kedua suami isteri berangkat mandi, setelah mandi Nazaruddin berkata kepada ibunya yang rumahnya bersebelahan dengannya. "Hai mak neu eu siat sinyak lonneuk jak u rumoh saket hana trep lonwo”.

Sebelum Magrib tiba sekira pukul 18.40 Nazaruddin bersama isterinya Zulyani berangkat menuju tempat pengobatan di Pante Baro Kecamatan Peusangan Siblah Krueng menumpangi sepeda motor jenis Vixion keluaran tahun 2012 warna hitam dengan nomor polisi BL 6057 NT dengan jarak tempuh diperkirakan 10 KM dari Gampong Ara Lipeh tempat tinggal korban.

Miranza (7) anak pasangan Nazaruddin - Zulyani yang masih duduk di kelas 1 SD Negeri 13 Ara Lipeh Kecamatan Makmur menanti kepulangan kedua orangtuanya. | Foto Faisal/acehbaru.com
Miranza (7) anak pasangan Nazaruddin - Zulyani yang masih duduk di kelas 1 SD Negeri 13 Ara Lipeh Kecamatan Makmur menanti kepulangan kedua orangtuanya. | Foto Faisal/acehbaru.com

Kepergian anaknya bersama isteri yang berfrofesi petani pada malam itu membuat orang tuanya merasa heran, pasalnya, kebiasaan  ketika mereka hendak pergi selalu berboncengan ketika masih berada didepan rumah mereka.

Namun kali ini isterinya lebih duluan jalan kaki, disamping itu Nazaruddin tidak biasa membawa kenderaan terlalu kencang terkesan sangat terburu-buru saat berangkat dari rumah mereka.

"Karena saya melihat gelagat demikian, “rencana lon neuk jak setot ho jijak” (rencana saya mau ikuti kemana dia pergi) namun niat orang tuanya untuk mengikuti pudar karena menurutnya mereka tidak pernah pergi jauh dan pasti akan segera kembali. lanjutnya

Setelah Magrib, ayah korban merasa curiga tentang keberadaan anak dan menantunya yang tidak kunjung pulang, dia mencoba menghubungi keluarga untuk menanyakan ketempat pengobatan di Pante Baro ternyata kedua korban tidak singgah disana.

Sejak mereka hilang berbagai spekulasi muncul ditengah masyarakat,  ada yang menduga mereka dirampok atau diculik, karena pada isteri korban juga membawa perhiasan emas. Sehingga pihak keluarga mencoba mencari kehutan disekitar lokasi yang mereka lalui namun hingga hari ini mereka belum ditemukan.

Pada saat pergi korban meninggalkan seorang anak perempuan bersama kakeknya Miranza (7) yang masih duduk di kelas 1 SD Negeri 13 Aralipeh Kecamatan Makmur.

Pada saat meninggalkan rumah, Nazaruddin menggunakan baju kemeja petak-petak warna coklat dengan celana Lea dan tinggi badan 170 CM kulit sawo matang, sementara isterinya tidak diketahui pakaian yang dipakainya namun di badanya ada perhiasan cincin, kalung dan sawek ( talo Jaro ) yang diperkirakan 5 Manyam.

[caption id="attachment_20697" align="alignleft" width="236"]Miranza (7) putri Nazaruddin - Zulyani yang masih duduk di kelas 1 SD Negeri 13 Ara Lipeh Kecamatan Makmur menanti kepulangan kedua orangtuanya. | Foto Faisal/acehbaru.com Miranza (7) putri Nazaruddin - Zulyani yang masih duduk di kelas 1 SD Negeri 13 Ara Lipeh Kecamatan Makmur menanti kepulangan kedua orangtuanya. | Foto Faisal/acehbaru.com[/caption]
Kondisi Miranza  sejak kehilangan orang tuanya tinggal bersama neneknya. Miranza  selalu menangis menanyakan keberadaan kedua orang tuanya dan menolak untuk ke sekolah sebelum kedua orangtuanya kembali, Miranza seakan punya pirasat sesuatu hingga dia diam seribu bahasa, ia tidak mau diajak bicara, wajahnya lesu, dan tatapan matanya yang kosong.

Sejak saat itu upaya pencarian terus dilakukan,  baik dengan menghubungi seluruh keluarga dekat dan mencoba mencari tau lewat orang pintar serta membuat laporan kepada pihak Polsek Makmur serta sudah melapor ke Polres pada, Rabu  8 April 2015 kemarin.

Tentunya, Zulkifly sang orangtua dari Nazaruddin  berharap anak lelakinya bersama istrinya kembali dengan selamat.

Pun begitu dengan Miranza,  si anak lugu yang masih butuh belaian kasih sayang  tidak ingin kejadian terburuk menimpa kedua orang tuanya.

Dalam penantian yang tidak pasti itu, Miranza tidak mau lepas dari pangkuan kakeknya Zulkifli, tak ada keceriaan sedikitpun terpancar dari wajahnya, ia diam, sepertinya ia sedang berdo'a  agar segera bertemu dan melihat kedua orang tuanya dalam keadaan ceria. Bukan dalam kondisi duka. | FAI|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.