Header Ads

Lambat Penanganan, Akhirnya Gajah Sumatera Ini Mati

acehbaru.com | Aceh Timur - Diduga akibat lamban penanganan pihak terkait seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) yang ditemukan warga Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, pada minggu pertama April 2015 lalu, dalam kondisi satu kakinya terluka, akhirnya mati. Senin 20 April 2015.


Kondisi kaki kanan Gajah  (Elephas maximus sumatrensis) sejak, 8 April 2015 sudah mengeluarkan bau tidak sedap baru dilakukan evakuasi untuk dibawa ke pusat pelatihan Gajah di Saree pada Senin Sore, 20 April 2015 sore. Namun usaha evakuasi tersebut gagal, karena Gajah tersebut tiba-tiba mati saat mau dinaikkan kedalam truk. Baca juga : Satu Ekor Gajah Sumatera Ditemukan Kritis Di Aceh Timur


Terkait hal ini, Kepala BKSDA Aceh, Genman Hasibuan mengaku sudah mengerahkan segala upaya untuk menyelamatkan gajah yang terkena jerat babi itu. ”Secara medis kuman akibat infeksi pada kaki yang terkena jerat itu ternyata sudah menyebar keseluruh tubuh melalui darah, sehingga hal tersebut membuat kondisi tubuh tidak mampu melakukan gerakan sebagaimana mestinya untuk mencari nutrisi dan air di alam,” Katanya sebagaimana dimuat dilaman Serambi Indonesia.




[caption id="attachment_21268" align="alignleft" width="300"]Gajah yang diprediksi berumur 15 tahun dalam kondisi kritis karena kaki depan kirinya sudah membusuk| Foto Faisal Miler /acehbaru.com Gajah yang diprediksi berumur 15 tahun dalam kondisi kritis karena kaki depan kanannya sudah membusuk | Foto Faisal Miler /acehbaru.com[/caption]

Lembaga Konservasi Dunia –IUCN memasukkan Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) dalam daftar merah spesies terancam punah (critically endangered). Di Indonesia, Gajah Sumatera juga masuk dalam satwa dilindungi menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan diatur dalam peraturan pemerintah yiatu PP 7/1999 tentang Pengawetaan Jenis Tumbuhan dan Satwa


Lembaga itu merilis dalam 25 tahun, gajah Sumatera telah kehilangan sekitar 70% habitatnya, serta populasinya menyusut hingga lebih dari separuh. Estimasi populasi tahun 2007 adalah antara 2400-2800 individu, namun kini diperkirakan telah menurun jauh dari angka tersebut karena habitatnya terus menyusut dan pembunuhan yang terus terjadi. | IRA | MIL|


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.