Header Ads

Lagu Kasbon 7,5 Petikan Bersama Melodi' Antarkan Ilyas Pasee Ke Balik Jeruji ?

acehbaru.com - Mantan Bupati Aceh Utara Ilyas Pasee ditangkap kembali, Senin 23 April 2015 setelah 3 bulan DPO Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh atas kasus kasbon 7,5 Milyar yang melibatkan Kabag Ekonomi dan Investasi Setdakab Aceh Utara Drs Melodi Thaher.


Sebagaimana diketahui 'nyanyian kasbon 7,5 M itu terjadi saat Ilyas Pasee masih menjabat sebagai Bupati Aceh Utara era tahun 2009.


Sebagaimana dimuat Serambi Indonesia Jumat, 7 November 2014, Kajati Aceh, Tarmizi MH, pertama Ilyas Pasee sudah tiga kali tak memenuhi panggilan jaksa Kejati Aceh sebagai saksi terhadap mantan Kabag Ekonomi dan Investasi Setdakab Aceh Utara, Drs Melodi Thaher yang sudah duluan ditetapkan tersangka kasus kas bon ini, bahkan Melodi sudah ditahan sejak, 18 Juni 2014. Baca Juga : Ilyas Pasee Ditangkap Lagi, Karena Mangkir Tidak Mau ‘Bernyanyi’ Kasus Melodi


“Berturut-turut tiga kali kita panggil untuk keperluan pemberkasan perkara tersangka Melodi, tetapi yang bersangkutan tak pernah memenuhinya, sehingga ia kita tetapkan DPO. Namun, kita harap dalam pemanggilannya nanti sebagai tersangka dapat memenuhi panggilan jaksa,” kata Kajati didampingi Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Amir Hamzah SH.


Menurut Kajati, sesuai pengembangan dari tersangka Melodi yang kini berkasnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor, Banda Aceh, bahwa dalam kasus kas bon itu, Ilyas selaku Bupati Aceh Utara ketika itu memerintahkan dan menyetujui Melodi Thaher mengajukan pinjaman daerah atas nama Pemkab Aceh Utara ke Bank Aceh Cabang Lhokseumawe Rp 7,5 miliar, namun uang pinjaman tersebut tak dimasukkan ke rekening kas umum daerah.


“Melainkan ke dua nomor rekening kredit lainnya atas nama Kabag Ekonomi dan Investasi yang specimen ditandatangani Melodi Thaher atas perintah tersangka Ilyas. Uang tersebut atas perintah tersangka Ilyas dibagi ke orang-orang yang tidak ada sangkat pautnya dengan maksud pinjaman daerah tersebut serta untuk kepentingan Melodi M Taher, sehingga merugikan Pemkab Aceh Utara Rp 7,5 miliar seperti audit BPKP Aceh, 2 Juni 2014,” jelas Kajati.


Sedangkan terkait kasus korupsi bobolnya kas Pemkab Aceh Utara Rp 220 miliar di Bank Mandiri KCP Jelambar, Jakarta, Ilyas Pase melalui pengacaranya mengajukan kasasi karena tak terima putusan banding majelis hakim PT Banda Aceh yang menghukumnya antara lain tujuh tahun penjara. | IRV|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.