Header Ads

Bocah Tamiang Ini Remuk, Disiksa oleh Paman dan Bibinya

acehbaru.com | Aceh Tamiang - Seorang bocah berusia 2,3 tahun--sebut saja bernama Anas (bukan nama sebenarnya)--menjadi korban penganiayaan paman dan bibinya dan terpaksa dirawat di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang. Bocah malang itu menderita kepala retak, tangan, dan kakinya patah, bagian perut terlihat bekas gigitan, sementara atas kemaluannya terpampang bekas sulutan rokok.


Bocah kelahiran Belawan, Medan, itu semenjak ditinggal pergi kedua orang tuanya bekerja ke Malaysia, empat bulan terakhir diasuh oleh paman dan bibinya yang bertempat tinggal di Desa Binjai, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Namun apa yang terjadi? Ia menjadi korban pelampiasan kemarahan dan kebencian paman dan bibinya.


Perlakuan yang sudah berjalan selama empat bulan akhirnya terbongkar, dan warga melaporkan pelaku ke polsek serta mengantar bocah itu ke rumah sakit. "Ya Allah," ujar Direktur RSUD Aceh Tamiang dr Imelda, ketika melihat Anas yang terbaring di ruang khusus, Rabu, 22 April 2015.


Siang itu, ruang tempat Anas dirawat selalu ramai. Silih berganti keluarga pasien dari ruangan lain maupun warga yang sedang menunggu pengambilan obat di ruang rawat jalan menyisakan waktu untuk menjenguk si bocah malang ini. Hampir semua pengunjung tak bisa menahan tangis. "Kok teganya anak disiksa seperti itu," ujar Wati, 40 tahun, seorang warga sambil menitikkan air mata.


[gallery link="file" ids="21433"]

Sang bocah terlihat penuh luka bekas gigitan, paling miris lagi ketiga pampers dibuka, bagian bawah perutnya, tepatnya di atas kemaluan bocah perempuan 2,3 tahun itu terlihat bekas luka sulutan api rokok. "Hasil pemeriksaan juga ditemukan adanya tekanan benda tumpul ke kemaluan, dan matanya semetris, mungkin pengaruh gangguan fungsi otak akibat benturan," ujar dr Lia Imelda.


Irwan, 35 tahun, tersangka penyiksa bocah itu kini meringkuk di sel Polsek Seruway. Sementara istrinya Siti Maharani, 32 tahun, karena tidak sel wanita, terpaksa dikurung terpisah, di sel Mapolres Aceh Tamiang.


Kepada Tempo, Siti mengaku penganiayaan yang diterima bocah itu dilakukan suaminya, Irwan. Ia menyebutkan suaminya kerap kali memukuli bocah tersebut dengan centong. Begitu juga dengan gigitan dan salutan api rokok di atas kemaluan Anas. "Saya tidak bisa mencegah, saya diancam oleh suami saya, diancam cerai dan diancam bunuh," kata Siti. | Sumber TEMPO|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.