Header Ads

BBI Krueng Batee Berhasil Pijahkan Ikan Kerling

acehbaru.com | Aceh Barat Daya - Balai Benih Induk (BBI) Krueng Batee, Aceh Barat Daya, berhasil melakukan pemijahan ikan Kerling secara intensif. Teknisi BBI Krueng Batee Joko Supeno mengatakan, pemijahan dilakukan selama tiga hari.


Menurut Joko, keberhasilan mengawinkan ikan kerling yang dilakukan BBI Krueng Batee, merupakan yang pertama kali berhasil di Aceh. "Ini menurut keterangan orang dari Dinas Perikanan provinsi yang datang ke sini beberapa hari lalu," ujarnya, Senin 20 April 2015.


Pemijahan dilakukan memakai induk milik BBI. Keberhasilan pemijahan, kata Joko, tak terlepas dari suhu. "Di sini, suhu paling rendah 27 derajat celsius. Berbeda dengan tempat lain seperti Bogor yang suhunya paling tinggi 20 derajat celcius, menetasnya hingga delapan hari. Jadi, kita lakukan rekayasa suhu, karena di alam saja kerling bisa berkembang biak," ungkapnya.


Kini, jumlah benih yang dihasilkan mencapai 3.000. Ikan Kerling atau juga disebut Jurung ini membutuhkan oksigen tinggi dan hidup di tempat suplai air yang lancar mengalir.


BBI Krueng Batee, kata Joko, sebelumnya sudah beberapa kali mencoba memijahkan ikan Kerling tersebut tapi selalu gagal. Baru setelah Joko mengikuti pelatihan di Bogor beberapa waktu lalu ia kemudian mempraktikkannya di BBI dan ternyata berhasil.


Hasbi, staf budidaya dari Dinas Perikanan Aceh membenarkan jika breeding atau pembenihan Kerling oleh BBI Krueng Batee yang pertama kali berhasil di Aceh. “Hasil survei kita ke sana, yang dilakukan BBI Krueng Batee cukup bagus, karena umumnya BBI di Aceh selama ini tidak jauh dari ikan Mas, Lele dan lainnya. Ketika ada yang berhasil mengembangkan produk ikan lokal seperti Kerling tentu patut diapresiasi,” ujarnya.


Ke depan, kata dia, Dinas Perikanan Aceh akan mendukung langkah BBI Krueng Batee untuk pembenihan Kerling. Dukungan tersebut, kata Hasbi, bisa berupa teknologi dan fasilitas pendukung. “Jadi, tergantung apa kebutuhan BBI diinventarisir dulu untuk dimasukkan dalam anggaran,” ujarnya.


Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Aceh Barat Daya, Mukhlis mengatakan selama ini sudah banyak orang yang memelihara ikan Kerling, tapi tidak ada yang mengawinkannya. “Ini bagian dari upaya dinas untuk melaksanakan kebijakan bupati seperti melakukan pelatihan dan penelitian tentang ikan spesifik lokal di Aceh Barat Daya,” ujarnya.


Kepala Bagian Humas Setdakab Aceh Barat Daya Zalsufran mengatakan, Bupati Jufri Hasanuddin sendiri merupakan orang yang getol agar budidaya Kerling terus dilakukan. "Pak bupati sejak dulu terus mendorong agar ikan-ikan jenis lokal seperti itu terus dikembangbiakkan agar keberadaannya di alam terus ada, sebab sudah mulai langka akibat sering diburu karena harga jual ikan ini tergolong tinggi,” ujarnya.


Selain itu, kata Zalsufran, Bupati Jufri Hasanuddin juga berharap ikan Kerling terus dibudidayakan oleh petani kolam di Aceh Barat Daya untuk menambah pendapatan masyarakat.


BBI Krueng Batee berdiri sejak 2008. Luas kompleksnya mencapai tiga hektare. Di situ ada balai induk, laboratorium hingga hatchery. Balai ini sejak dulu telah menghasilkan beragam benih ikan air tawar seperti Nila, Patin, dan ikan Mas untuk digunakan oleh petani kolam di Aceh Barat Daya. | Rilis |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.