Header Ads

Amnesty Apesiasi Den Haag Tabalkan Aktivis Munir Jadi Nama Jalan

acehbaru.com - Amnesty International mengungkapkan apresiasi bahagia dengan pemberian nama salah satu jalan di Den Haag dari nama pembela HAM Munir yang tewas dibunuh. Senin 13 April 2014. Hari ini 14 April 2015 Jalan Munir akan diresmikan di Den Haag untuk menghormati pembela HAM Indonesia, Munir Said Thalib. Senin, 13 April 2015


Pada tahun 2004 Munir dibunuh dengan racun saat dalam perjalanan untuk studi lebih lanjut di Belanda. Upacara pembukaan tanda jalan akan dimulai di persimpangan Jalan Munir dengan Jalan Martin Luther King di Den Haag pada jam 5 sore dan berlangsung selama sekitar setengah jam.




[caption id="attachment_21078" align="alignleft" width="300"]Peta jalan Munirpad di Deh Haag, Belanda. Jalan ini terletak di kawasan menempatkan nama jalan para pejuang HAM dunia lainnya. Google Maps | Foto Tempo.CO Peta jalan Munirpad di Deh Haag, Belanda. Jalan ini terletak di kawasan menempatkan nama jalan para pejuang HAM dunia lainnya. Google Maps | Foto Tempo.CO[/caption]

Walikota Den Haag, Jozias van Aartsen, sebelumnya merupakan Menteri Luar Negeri Belanda, istri almarhum Munir, Suciwati, dan Direktur Amnesty International Belanda, Eduard Nazarski akan mengisi upacara tersebut.


"Amnesty International berbahagia bahwa kota Den Haag memberikan penghargaan kepada Munir dengan mengingat namanya dalam rencana tata jalan kota tersebut. Munir telah membuat upaya luar biasa untuk memperbaiki situasi hak asasi manusia di Indonesia. Dia adalah orang yang berani dan gigih dan kami sangat kehilangan Munir, "kata Eduard Nazarski.


Pada 14 April di 7:30 ada sebuah rapat umum di Kemanusiaan Rumah (Humanity House) di kota Den Hague diselenggarakan oleh Amnesty International dan kotamadya Den Haag, di mana Ibu Suciwati Munir akan menjadi tamu utama. Pembukaan akan dipresentasikan oleh peneliti dari Amnesty International, Papang Hidayat tentang situasi pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia. Prof. Dr. Gerry van Klinken akan menjadi moderator acara.


Sebagai mana diketahui, pada 7 September 2004 Munir ditemukan tewas dalam penerbangan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan tujuan Amsterdam. Investigasi forensik oleh otoritas Belanda membuktikan kematiannya disebabkan oleh racun. Tiga orang telah dihukum karena terlibat dalam pembunuhan itu, tetapi sangat meragukan bahwa mereka bertindak sendirian. Lihat https://www.amnesty.org/en/articles/blogs/2014/09/a-decade-of-injustice-time-to-find-munir-s-real-killers/


Di Indonesia, Munir dulu dan sekarang dianggap sebagai pembela HAM terkenal yang pada tahun 1998 membuat upaya penting untuk menyelidiki kasus-kasus penghilangan paksa selama bulan-bulan terakhir rezim Suharto. Dia juga seorang tokoh kunci dalam komisi penyelidikan pelanggaran HAM di Aceh dan Timor-Timur. | IRA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.