Header Ads

Aksi Pelemparan Bus Aceh Kembali Marak

acehbaru.com | Aceh Utara - Bus penumpang asal Aceh kembali marak dilempari batu oleh orang tak dikenal. Kali ini menimpa bus Kurnia di dua tempat berbeda, yakni di jalan lintas Medan-Banda Aceh, kawasan Tanjung Pura dan Pangkalan Berandan, Minggu 5 April 2015, dini hari.


Hendra (25), salah seorang penumpang kepada acehbaru.com mengatakan, bus itu berangkat dari Medan tujuan Banda Aceh. Ketika sampai di kawasan Tanjung Pura sekira pukul 00.40 WIB, dirinya bersama sejumlah penumpang lainnya dikejutkan dengan suara hantaman benda keras di bagian kanan bus. "Rupanya bus yang kami tumpangi dilempari batu. Tidak mengenai kaca. Kami syok berat," kata pria asal Aceh Utara tersebut saat menghubungi media ini.


"Saya tidak sempat melihat lengkap nomor polisi bus ini apa, seingat saya BL 7461," tambahnya.


Tak berakhir sampai sampai di situ, bus naas itu juga mengalami hal serupa. Sesampainya di kawasan Pangkalan Brandan, sekira pukul 01.20 WIB, lagi lagi bus itu dilempari oleh orang tak bertanggungjawab dan juga mengenai bagian kanan bus.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya bagian kanan bus mengalami sedikit ringsek akibat hantaman batu. Dan sejumlah penumpang bus tersebut mengalami syok berat.


Aksi pelemparan bus ini sudah berkali-kali terjadi. Beberapa waktu sebelumnya juga sudah banyak kejadian serupa bahkan hingga menimbulkan korban.


Hasan (45) salah seorang warga Aceh Utara lainnya menceritakan, beberapa waktu lalu saat ia pergi ke Medan juga mengalami hal demikian. Bus Anugerah yang ditumpanginya itu dilempari batu di kawasan Langsa hingga kaca bagian depan hancur.


Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena pihak bus, yakni sopir dan kernet sebelumnya sudah menduga di kawasan tersebut sering terjadi pelemparan bus, sehingga pihaknya memilih untuk mengemudi bus dengan kecepatan rendah.


Setelah terjadi pelemparan, lajut Hasan, bus berhenti dan kernet turun berupaya mengerjar pelempar. Salah satu di antara sejumlah pelaku tertangkap. "Hal yang mengejutkan, ternyata pelaku adalah anak-anak," timpal Hasan.


Dikatakan, saat akan diadili malah pelaku tersebut mendapat pembelaan dari sekelompok masyarakat setempat. "Kalian jangan gitu, dia kan masih anak-anak," kata Hasan meniru ucapan pembelaan tersebut.


Akhirnya pihak bus pun tak dapat berbuat banyak. Pelaku tersebut seolah tak berdosa, dibiarkan begitu saja karena pembelaan sekelompok masyarakat tadi. | AMI |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.