Header Ads

132 Sarjana Pendamping Pembangunan Gampong Dilatih

acehbaru.com | Aceh Barat Daya - Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Sejahtera (BPM, PP dan KS) Aceh Barat Daya melatih 132 Sarjana Pendamping Pembangunan Gampong Tahun 2015. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Kesehatan setempat, Selasa, 14 April 2015.


Hal ini disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Aceh Barat Daya, Zal Sufran dalam rilis, Selasa, 14 April 2015.


Kepala BPM, PP dan KS Aceh Barat Daya Edi Darmawan selaku ketua panitia mengatakan, Sarjana Pendamping Pembangunan Gampong (SPPG) merupakan kader pemberdayaan masyarakat yang membantu aparatur dan masyarakat gampong dalam mempercepat proses pembangunan di desa. "Pelatihan ini salah satu upaya strategis Pemerintah Aceh Barat Daya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kabupaten ini," ujar Edi.


Selain itu, kata dia, untuk meningkatkan kinerja dan kapasitas SPPG dalam menjalankan tanggung jawabnya dan terjalinnya silaturahmi antara sesama mereka.


Edi menambahkan, narasumber yang membekali para sarjana selama pelatihan berasal dari Badan Pemberdayaan Masyarakat Aceh; Kepala Bappeda Aceh Barat Darat, Kepala DPKKK Aceh Barat Daya, perwakilan dari Badan PM, PP dan KS Aceh Barat Daya serta Tim Sistem Administrasi Informasi Gampong Aceh Barat Daya.


Jumlah SPPG tahun ini, kata Edi, berjumlah 132 orang. Pelatihan berlangsung dua tahap, 14 hingga 17 April 2015 dan tahap kedua selama dua hari dilaksanakan pada akhir April nanti.


Sekretaris Daerah Aceh Barat Daya Ramli Bahar yang hadir pada acara itu menyambut baik terlaksananya pelatihan tersebut. "Pembangunan merupakan masalah yang kompleks, misalnya dari sisi manajemen berarti perlu dilakukan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Dari sisi bidang yang harus dibangun juga memiliki aspek kehidupan yang sangat luas, mencakup politik, ekonomi, sosial, budaya serta pertahanan dan keamanan," ujar Ramli Bahar saat membacakan sambutan Bupati Aceh Barat Daya Jufri Hasanuddin.


Sementara itu, kata Ramli Bahar, pemberdayaan menjadi proses untuk mengembangkan, memandirikan, menswadayakan, memperkuat posisi tawar menawar masyarakat lapisan bawah terhadap kekuatan-kekuatan penekan di segala bidang dan sektor kehidupan.


Konsep pemberdayaan masyarakat gampong, kata dia, dapat dipahami dengan dua cara pandang. Pertama, kata Sekda, pemberdayaan dalam konteks menempatkan posisi berdiri masyarakat. "Kedua, posisi masyarakat bukanlah objek penerima manfaat yang tergantung pada pemberian dari pihak luar seperti pemerintah, melainkan dalam posisi sebagai subjek atau  partisipan yang berbuat secara mandiri," ujarnya.


Sekda Ramli Bahar menambahkan, SPPG merupakan orang-orang pilihan yang sudah diberi kesempatan untuk mengembangkan ilmunya, baik yang didapatkan saat kuliah dulu maupun ketika Kuliah Pengabdian Masyarakat.


"Jadi, manfaatkan ini dengan baik. Nanti, setelah pelantikan kepala desa yang baru juga akan dilaksanakan pelatihan aparatur gampong agar sejalan dengan Sarjana Pendamping Gampong," ujarnya.


Ia berharap kepada para sarjana serius mengikuti pelatihan dan bertanya kepada pemateri jika ada hal-hal yang belum dipahami. "Sarjana Pendamping Gampong juga harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar netral dalam menilai pemerintah. Jika ada program-program yang baik dari pemerintah harus katakan itu baik. Dan kalau ada program-program yang kurang baik, mari kita benahi sama-sama," tandasnya. | Rilis | AMI |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.