Header Ads

Warga Tewas Kesetrum Listrik, PLN Cabang Langsa Digugat

acehbaru.com | Langsa- Fatimah (44) warga Desa Baroh Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, melalui kuasa hukumnya LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe menggugat PLN Cabang Langsa ke Pengadilan Negeri Langsa, karena dianggap PLN telah lalai yang mengakibatkan kematian suaminya akibat kesetrum listrik. Gugatan ini telah memasuki tahap mediasi pertama. Senin, 23 Maret 2015


Muhammad Reza Maulana, SH pengacara dari LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe mengatakan sidang mediasi pertama perkara perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh Fatimah terhadap PLN Cabang Langsa dengan agenda tawaran dari penggugat bersedia dipotong nominal gugatan sebesar 50% yaitu membayar ganti rugi kepada Fatimah, janda ditinggal mati yang suaminya meninggal akibat kesetrum listrik PLN di Desa Baroh Kecamatan Langsa Lama.




[caption id="attachment_20168" align="alignleft" width="195"]Reza Maulana, SH Reza Maulana, SH[/caption]

Nominal tersebut diajukan penggugat untuk memenuhi keperluan untuk menyekolahkan 4 anak penggugat sampai tingkat  Strata Satu (S1), Biaya kehidupan sehari-hari, Modal Usaha dan kerugian inmateril yang tidak bisa dihitung dengan nominal apapun.


“Tergugat belum mengambil keputusan terkait permohonan penggugat dan hal tersebut akan diberi keputusan dalam mediasi selanjutnya pada tanggal 26 Maret 2015,” Ujar Reza kepada acehbaru.com


Sebagaimana yang diketahui, Fatimah menggugat PLN atas kematian suaminya Abubakar akibat kesetrum listrik PLN saat memetik buah sukun dipekarangan rumahnya,  6 Juni 2013 lalu. Fatimah mengajukan gugatan untuk menuntut tanggung jawab PLN sebagai mana disebutkan dalam pasal 1365 KUH Perdata tentang Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan tuntutan tersebut berdasarkan pasal 43 huruf a dan pasal 44 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan.


Selain mengajukan gugatan perdata, Fatimah juga memberikan Kuasa hukum kepada LBH Banda Aceh Pos Lhokseumawe untuk mengajukan permohonan praperadilan terhadap Polres Langsa atas penghentian kasus kematian suaminya dan sidang praperadilan akan dilangsungkan pada, 30 Maret 2015 mendatang.


Hingga berita ini diturunkan belum ada komentar resmi dari pihak PLN Cabang Langsa |IRA| ISB|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.