Header Ads

Senator Fachrul Razi Hadiri The Crans Montana Forum di Afrika

acehbaru.com | Jakarta - Senator DPD RI asal Aceh, Fachrul Razi, MIP, yang juga wakil ketua Komite 1 DPD RI mendapatkan undangan dari Pemerintah Maroko untuk berpartisipasi dalam acara konferensi Crans Montana Forum di Africa. Konfrensi ini berlangsung selama tiga hari, 12-14 Maret di Dakha, Maroko. dibawah pengawasan Raja Muhammad VI, Maroko.


Tujuan diselenggarakan konfrensi ini untuk menghimpun pikiran-pikiran brilian dari para undangan seluruh dunia. Nantinya, hasil dari konfrensi ini bermanfaat bagi Negara asal para undangan.


Dari Negara Afrika, turut hadir orang-orang penting, seperti para kepala pemerintahan, menteri, organisasi dalam dan luar negeri, anggota parlemen nasional dan internasional, lembaga keuangan dan bank, dan juga para pengambil kebijakan bisnis, khususnya dalam bidang sumber daya alam dan energi, perikanan dan pertanian, informasi teknologi, pariwisata, infrastruktur dan transportasi kelautan.


Dalam kerangka kerjasama dengan lingkungan bisnis di Maroko, forum ini akan membahas semua tantangan Negara Afrika seperti ekonomi tanpa batas dan kesempatan perdagangan dan investasi yang terus meningkat pada kerjasama selatan-selatan.


Selama mengikuti konfrensi ini, ada hal yang menarik dan unik yang ditemukan oleh politisi muda yang sedang menyelesaikan S3 program Doktoral Ilmu Politik di Universitas Indonesia ini. Ia mengatakan bahwa ruangan konfrensi di design seperti berada di dalam tenda. Padahal acara ini diadakan di salah satu hotel mewah. Menurut senator muda ini, ada lagi hal menarik baginya selama berada disana. "Selain gaya hidup masyarakatnya bernilai Islami, Peradaban Islam jauh lebih maju," katanya.


Maroko terletak di barat laut Afika dan juga merupakan salah satu Negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam. Negara ini juga dikenal dengan tempat kelahira salah seorang tokoh muslim yaitu Ibnu Battuta, yang dalam sejarah tercatat bahwa tokoh ini pernah singgah di Samudera Pasai pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Malik Zahir.


Negara ini memiliki cuaca yang sangat panas karena letaknya tepat di padang pasir Sahara. Negara yang berpenduduk sekitar 35 juta jiwa ini menggunakan Bahasa Arab dan Perancis sebagai alat komunikasi. Maka tidak jarang kita temukan penduduk Maroko bisa berkomunikasi dengan kedua Bahasa ini dengan lancar. | AMI |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.