Header Ads

Seminggu Ditangkap, Muzakir Belum Dapat Ditemui ?

acehbaru.com | Aceh Utara - Muzakir Bin M. Nur (43) warga Gampong Paya Teungoh Kecamatan Simpang Keuramat ditangkap anggota Resmob Polres Lhokseumawe, pada hari Senin 23 Maret 2015 dinihari di Desa Paya Leupah kecamatan setempat, hingga kini belum dapat ditemui keluarganya. Senin,30 Maret 2015


Jefrie Maulana SH kuasa hukum Muzakkir mengatakan, sesuai surat perintah penahanan dengan Nomor : Sp Han / 29 / III / 2015 / Rekrim, seharusnya Muzakir berada di Polresta Lhokseumawe. Namun sampai hari ini Muzakir tidak ada di Polresta Lhokseumawe.


“Kami hanya ingin mengetahui keberadaan Muzakir, jika memang Ia bersalah silahkan di proses secara hukum dan berikan kejelasan kapan pihak keluarga dapat menemuinya,” Ujar Jefrie kepada acehbaru.com. BACA : Muzakkir Dijemput Polisi, 20 Jam Belum Kembali ?


Hingga kini keberadaan Muzakir masih dirahasiakan oleh pihak Polresta Lhokseumawe. Sudah satu minggu kami beserta keluarganya menanyakan keberadaan Muzakir kepada pihak penyidik Polresta Lhokseumawe namun hasilnya tetap sama.  BACA : Disangka Terkait Penculikan, Polres Resmi Tahan Muzakir Simpang Keuramat


”Muzakir masih dibawa ke lapangan guna pengembangan kasus tersebut !” imbuh petugas yang berada di ruang kerja penyidik. “Kami sangat mengharapkan kerja sama oleh pihak Polresta Lhokseumawe dalam pengusutan kasus ini, agar terciptanya keadilan dalam proses hukum dan hak-hak nya tidak diabaikan”. Harap Jefrie lagi


Muzakir ditangkap disebuah warang di Desa Paya Leupah Kecamatan setempat, dia ditangkap oleh anggota resmob Polres Lhokseumawe masing-masing bernama oleh Bripka Budiman, Brigadir Ferry Alsha, dan Brigadir M. Rio Andhika, S.


Kapolres Lhokseumawe, AKBP Cahyo Hutomo yang coba dikonfirmasi oleh wartawan terkait dua penangkapan, termasuk penangkapan Muzakir, tidak menjawab.


Muzakir ditangkap atas tuduhan melakukan dan turut serta melakukan perbuatan penculikan terhadap Maulidin (25) alias Makwo pengusaha rental yang beralamat Desa Geulumpang Sulu Barat, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, pada Minggu 15 Februari 2015 lalu. | IRA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.