Header Ads

Pemerintah Aceh Barat Daya Gelar Zikir Akbar dan Santuni 2.500 Yatim Piatu

acehbaru.com | Abdya - Pemerintah Aceh Barat Daya mengisi malam peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1436 H dengan zikir akbar, salawat dan tausyiah, Minggu 15 Maret 2015. Acara berlangsung di halaman kantor Bupati Aceh Barat Daya.


Zikir akbar dipimpin Teungku Samunzir bin Husen. Hadir sekitar seribu jamaah dari kelompok-kelompok zikir Aceh Barat Daya maupun dari kabupaten lain dan provinsi.


Bupati Aceh Barat Daya Jufri Hasanuddin mengatakan, zikir merupakan cara mengingat kebesaran dan keagungan Allah. “Dengan berzikir, simbol-simbol kesombongan dan keangkuhan kita akan sirna,” ujarnya.


Kini, kata Bupati Jufri, ada keprihatinan yang dirasakan terhadap degradasi moral di kalangan masyarakat maupun pemimpin bangsa. Ukhuwah dan persaudaraan, kata bupati, kian menipis.


“Marikita jadikan zikir untuk membangun rasa kebersamaan, rasa cinta dan ukhuwah antara sesama muslim.Melalui zikir yang kita mulai dari Aceh ini mampu membangkitkan nasionalisme Aceh dan Indonesia, untuk bangkit membangun dan mengelola bangsa yang besar ini,” ujarnya.


Bupati Jufri berterimakasih atas dukungan panitia, masyarakatdan stakeholder sehingga maulid sukses dilaksanakan.


Tengku Muda Samunzir bin Husen dalam tausyiahnya juga mengajak siapapun dari suku apapun di Aceh untuk bersatu dengan zikrullah. “Mari kita jadikan zikir sebagai bukti kecintaan kita kepada Allah SWT. Yakinlah bila kalimatullah bergema di segala tempat, kejayaan dan kegemilangan Aceh seperti masa Sultan Iskandar Muda dapat kita raih kembali, dan bisa saja lebih dari itu,” ujarnya.


Sebelum digelarnya zikir akbar, peringatan Maulid Nabi diisi dengan pemberian santunan untuk 2.500 anak yatim dan piatu. Santunan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jufri Hasanuddin kepada perwakilan anak yatim dan piatu dari sembilan kecamatan di Aceh Barat Daya.


Sekretaris Daerah Ramli Bahar mengatakan, santunan tersebut dapat menjadi harapan baru bagi anak yatim piatu dalam menyongsong masa depan lebih cerah. “Kegiatan sosial ini juga dilakukan tahun-tahun sebelumnya, karena dalam Islam menyantuni anak yatim merupakan ajaran Rasulullah,” ujar Ramli Bahar.


Sekda Ramli Bahar mengajak undangan menjadikan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAWsebagai wahana meningkatkan kepekaan terhadap persoalan sosial di masyarakat.


“Pemerintah dengan berbagai program akan terus mengurai berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.Kegiatan ini diharapkan memberikan semangat kepedulian kita terhadap kondisi kehidupan anak yatim piatu tidak hanya hari ini, tapi juga pada hari-hari yang lain,” ujar Ramli Bahar.


Ketua Panitia Hanafiah mengatakan, peringatan maulid nabi dihadiri sekitar 5.000 undangan. Di antaranya, Ketua DPRK Aceh Barat Daya Zulkifli Isa, Dandim 0110 Aceh Barat Daya Letkol Inf Suhartono, Kapolres Aceh Barat DayaAKBP Budi Samekto SIK, Kajari BlangpidieUmar Z, Anggota DPRAceh Siti Naziah, Anggota DPRK Aceh Barat Daya, para tokoh,alim ulama dan tamu undangan lainnya.|Rilis|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.