Header Ads

Medco Ingatkan Pencurian Migas Sangat Berbahaya Bagi Masyarakat

acehbaru.com | Aceh Timur - Medco E&P Malaka sebagai operator PSC Block A yang berlokasi di Aceh Timur mengingatkan agar tidak melakukan tindakan pencurian minyak dan gas di sumur-sumur yang berada dalam areal operasinya. Karena pemamfaatan sumur minyak dan gas secara illegal sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kebakaran. Kamis 19, Maret 2015.


Herman Husein, General Manager PT Medco E&P Malaka dalam rilis yang diterima redaksi mengatakan pencurian yang terjadi pada tanggal 8 Maret 2015 lalu di Sumur JR-57 Desa Blag Nisam Kecamatan Nurussalam Aceh Timur terhadap sumur yang telah ditutup oleh operator sejak tahun 2000, telah menyebabkan kebakaran.


Namun beruntung sumur tersebut dapat secepatnya diatasi dengan cepat oleh Perusahaan dengan melakukan isolasi, pemadaman dan perbaikan fasilitas, hingga saat ini, kondisi sumur JR-57 sudah kembali aman dan tertutup setelah katup utama dan katup pengaman yang rusak berhasil diganti, dan pembuatan Pagar beton untuk lebih memastikan keamanan sumur tersebut.


Herman mengisahkan pemadaman sumur JR-57 ini bukan sendiri dilakukan oleh perusahaan yang mengoperasikan bekas bloc Conocophilip melibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Timur, Dinas Pemadam Kebakaran dan aparat desa setempat, serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang juga beroperasi di sekitar wilayah tersebut, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun pencemaran lingkungan.


“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat yang telah memberikan dukungan dan bantuan untuk menanggulangi kebakaran ini. Pemanfaatan liar sumur termasuk juga pencurian minyak ilegal merupakan kegiatan yang sangat berbahaya dan berisiko tinggi. Selain membahayakan pelaku, tindakan tersebut dapat merugikan masyarakat dan lingkungan sekitar karena dampak lingkungannya. Kami menghimbau kegiatan ilegal ini dapat dihentikan agar keselamatan dan keamanan masyarakat, pekerja serta lingkungan dapat terjaga,”Ujar Herman Husein, General Manager PT Medco E&P Malaka.


Selain itu Herman juga mengungkapkan pihaknya secara kontinu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar untuk memberikan informasi dan himbauan mengenai bahaya dan risiko mengelola sumur minyak dan gas secara ilegal.


Sementara itu Senior Manager of Relations menjelaskan PSC Block A, dengan operator PT Medco E&P Malaka, sedang dalam tahap pengembangan cadangan gas yang nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, utamanya untuk pemenuhan kebutuhan pabrik pupuk dan industri lokal.


Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Pertamina (Persero) telah dilakukan di bulan Januari 2015. Target pasokan gas akan dimulai pada tahun 2017 selama periode 13 tahun, dengan volume gas sebesar 198 TBTU dan pasokan gas harian sebesar 63 BBTU per hari.


“Kami berharap dukungan dari semua pihak agar Proyek Block A dapat segera berjalan dan iklim investasi dapat terjaga sehingga memberikan kontribusi penting pada Pemerintah Aceh umumnya dan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur khususnya,” ujar Teguh Imanto, Senior Manager of Relations. |IRA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.