Header Ads

Kilas Balik Kantor Dewan Keamanan PBB Gadungan di Aceh (1)

acehbaru.com | Munculnya Aceh Development Committe (A-DEC) yang merekrut sejumlah orang di Aceh telah menguras energi baru di Aceh, entah apa maksud yang mendirikannya ?


Sementara bagi kebanyakan yang mendaftar toh cuma mengharap pekerjaan dan pendapatan.  Namun kemudian karena ketidakjelasan lembaga ini membuat isu meluas kemana-mana, Isu kristenisasi begitu menggemuka di masyarakat. Baca : Dua Pengurus AUDEC Ditangkap


Namun sebelum itu kita coba kilas balik tentang kehadiran beberapa lembaga yang lumayan kesohor pasca perdamaian Aceh, salah satunya pada tahun 2007 dengan kehadiran Kantor Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB). Baca : Dec, Antara Harapan, Isu agama atau karena kehidupan galau?


Situs berita acehkita.com pada Apr 26, 2010 melaporkan
Polisi Gerebek Kantor DK PBB Gadungan


Polisi menggerebek sebuah rumah dijalan Gurutee nomor 10 Blower Banda Aceh, Minggu (25/4) malam. Rumah itu selama ini digunakan sebagai Kantor Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang keberadaannya dinilai ilegal. Apr 26, 2010


Sebelum penggerebekan, polisi telah menangkap Marzuki Abdullah (36) asal Aceh Utara, Minggu sore, yang mengaku sebagai wakil ketua DK PBB Aceh dan telah menerima mandat dari lelaki berinisial NJ yang mengaku Ketua DK PBB Aceh.


Marzuki kini sudah ditahan di Mapolda Aceh untuk pemeriksaan. Polisi masih mengejar NJ yang kini masuk DPO, kata seorang perwira polisi di Polda Aceh.


Dalampenggerebekan, polisi menyita beberapa unit komputer dan sejumlah dokumen.


Pantauan acehkita.com penggerebekan berjalan mulus tanpa ada perlawanan. Saat penggerebekan, rumah dua lantai itu kosong dari aktivitas. Penggerebekan jadi tontonan warga.


Informasi diperoleh situs ini, keberadaan kantor itu diduga kuat ilegal. Kantor itu diduga hanya dimanfaatkan untuk penipuan dengan mengatasnamakan PBB dan Pemerintah Indonesia.


Warga sekitar mengaku tak tahu dengan aktivitas rumah yang berpamplet DK PBB itu. “Mereka tertutup dengan warga sekitar,” kata Ketua Pemuda Blower, Arfiansyah.


Kantor itu telah beroprasi sejak empat bulan lalu dan rencananya akan dipeusijuek pada Senin besok.


Gubernur Aceh Irwandi Yusuf heran dengan keberadaan kantor DK PBB di Aceh. “Saya sendiri nggak tahu soal itu,” katanya Sabtu lalu. Polisi masih mendalami kasus ini.[]


Kantor berita Antara juga menurunkan laporan
Ditengarai Perwakilan Palsu
Keberadaan Kantor "Dewan Keamanan PBB" Kagetkan Gubernur NAD


Banda Aceh- Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Irwandi Yusuf dan aparat Polda Aceh, mempertanyakan keberadaan kantor "DK PBB" yang berada di di Kelurahan Blower Kota Banda Aceh. Gubernur meminta pihak kepolisian untuk mengusutnya.


Sebelumnya, gubernur kaget dengan keberadaan satu unit rumah yang disebut-sebut sebagai kantor "Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk. Ketika petugas datang untuk memeriksa, beberapa staf di kantor itu mengaku telah memiliki mandat resmi untuk mendirikan perwakilan di wilayah Aceh.


Irwandi Yusuf menengarai surat-surat dan stempel serta atribut yang mirip "DK PBB" itu dipalsukan, karena dibuat di kantor tersebut. Pihak kepolisian Polda Aceh telah mengamankan sejumlah dokumen yang disita dari kantor "DK PBB" gadungan tersebut.


Salah satu staf, Marzuki Abdulah, mengaku sebagai wakil Kepala Kantor "DK PBB" itu. Sedangkan mandat sebagai Ketua adalah Nurdin Jalil. ( Ant / CN14 ) - (1)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.