Header Ads

Ini Cerita Danrem Lilawangsa Soal Lepas Ayahmud Sandera Din Minimi

acehbaru.com -Mahmud Syah alias Ayahmud yang diculik sekelompok pria bersenjata di di Depan rumahnya di Desa Paya Terbang Kecamatan Samudera Aceh Utara, Minggu 23 Maret 2015. Namun pada, Kamis malam 27 Maret 2015 ia lepas dari sekapan kelompok Din Minimi.


Komandan Rayon Militer (Danrem) 011 Lilawangsa, Kolonel Inf Ahmad Daniel Chardin membeberkan penyebab mengapa Panglima Muda Komite Peralihan Aceh (KPA) Pase, Mahmudsyah alias Ayah Mud (45) berhasil melarikan diri dari sekapan kelompok bersenjata api Din Minimi yang menculiknya.


“Dia bisa lolos karena ada aparat TNI dan Polri yang sudah mengepung hutan kawasan Nisam Antara. Jadi, ketika ia melarikan diri dari kelompok yang menyekapnya, mereka tidak berani lagi mengejar karena sudah tahu ada TNI-Polri yang mengepung kawasan itu,” ungkap Danrem di Lhokseumawe, Sabtu (28/3) kemarin, sebagaimana dilansir Serambi Indonesia.


Namun, Danrem Lilawangsa itu mengaku belum mendapat informasi tentang keberadaan Ayah Mud setelah berhasil lolos dari sekapan kelompok Din Minimi dan diboyong petugas ke Mapolda Aceh untuk dimintai keterangan.


Serambi yang sempat menghubungi Ayah Mud pada Sabtu kemarin sekitar pukul 15.00 WIB mengaku dalam kondisi sehat. Namun, orang dekat Teungku Ni (Panglima KPA Pase) itu belum bersedia menceritakan kronologis penculikan, penyekapan, kemudian lika-liku sampai ia berhasil melarikan diri dari sekapan kelompok Din Minimi.


Ayah Mud beralasan, dirinya sedang diperiksa secara intensif, tapi dia tidak menyebutkan di tempat mana ia diperiksa.


Sebagaimana diberitakan kemarin, Ayah Mud berhasil lolos dari sekapan kelompok Din Minimi, lalu berlari dari arah hutan dan berpapasan dengan personel TNI yang sedang patroli di kawasan Km VI, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara.


Kepada personel TNI, Ayah Mud minta tolong dan mengatakan bahwa dia adalah korban penculikan. Pihak TNI lalu membawa Ayah Mud ke Lhokseumawe.


Selanjutnya, di bawah pengawalan ketat pihak kepolisian, Ayah Mud dibawa ke Mapolda Aceh di Banda Aceh. Hingga Jumat (27/3) sore, Ayah Mud masih dimintai keterangan di Mapolda Aceh.


Versi lain menyebutkan, setelah kabur dari kelompok Din Minimi, Ayah Mud berlari dari kawasan hutan dan tiba di kawasan Sawang, Aceh Utara. Selanjutnya, Ayah Mud minta tolong kepada seorang penarik ojek untuk diantar ke jalan nasional kawasan Krueng Mane, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.


Setelah tiba di kawasan Masjid Cunda, Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe, Ayah Mud menghubungi istrinya dan temannya dan minta pengamanan dari petugas. “Lalu TNI langsung menjemput kemudian membawanya ke Polda Aceh,” kata Danrem 011 Lilawangsa Kol Inf Ahmad Daniel Chardin kepada Serambi, Jumat.


“Ayah Mud mengaku kepada petugas melarikan diri dari sekapan kelompok Din Minimi dan ia masih dalam kondisi sehat,” demikian Kolonel Ahmad Daniel.


Melalui percakapan telepon selular sekitar satu menit pada Jumat lalu, Din Minimi mengaku Ayah Mud tidak ada lagi bersamanya. Namun, ketika Serambi mengajukan pertanyaan untuk penegasan, apakah Ayah Mud dibebaskan atau melarikan diri, komunikasi handphone terganggu lagi bahkan terputus total.


Istri Ayah Mud, Nilawati, pada Jumat pagi juga mendapat telepon yang menginformasikan bahwa suaminya sudah bebas. Namun hingga Jumat sore Nilawati mengaku suaminya itu belum sampai ke rumah. | Serambi |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.