Header Ads

Ini Alasan Fatimah Gugat PLN Cabang Langsa

acehbaru.com | Langsa- Fatimah (44) warga Desa Baroh Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, istri Alm Abubakar (48) yang meninggal akibat kesetrum kabel listrik milik PLN pada saat memetik buah sukun dipekarangan rumahnya. Senin, 22 Maret 2015


Fatimah mengajukan gugatan untuk menuntut tanggung jawab PLN Cabang Langsa sebagai mana disebutkan dalam pasal 1365 KUH Perdata tentang Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dan tuntutan tersebut berdasarkan pasal 43 huruf a dan pasal 44 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan.


Dalam aturan tersebut menyebutkan bahwa setiap kegiatan usaha ketenaga listrikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan ketenaga listrikan atau aman dari bahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya serta ramah lingkungan.


PLN dalam hal ini tidak memenuhi standar keamanan dan keselamatan dalam pelaksanaan kegiatan usahanya. Pasalnya, Fatimah dan beberapa warga lainnya pernah melaporkan kepada PLN cabang Langsa soal sering terjadinya percikan api yang muncul dari kabel listrik milik PLN tersebut.


Serta banyak juga binatang yang mati  tersengat kabel tersebut, namun sampai dengan meninggalnya suami Fatimah, tidak ada satupun teknisi PLN yang datang dan memperbaiki situasi jaringan tersebut.


Dan itu adalah pengabaian atau pembiaran yang menyebabkan kematian dilakukan PLN,” Ujar Kuasa hukum keluarga Korban M.Reza Maulana, SH


Bahkan, yang anehnya, Kata Reza,  setelah kematian Abubakar, pihak PLN datang dengan cepat menebang pohon Sukun milik Fatimah tanpa izin pemilik itu sendiri  atau bentuk-bentuk pemberitahuan apapun.


Maka dari itu, kita  berkesimpulan bahwa perbuatan PLN tersebut adalah perbuatan melawan hukum atau bentuk pembiaran yang menyebabkan kematian suami Fatimah yang bakal menyebabkan timbulnya kesengsaraan bagi anak-anaknya dimasa mendatang.


Redaksi sedang mengupayakan konfirmasi dengan pihak PLN Cabang Langsa. |IRA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.