Header Ads

Gara-gara Ngaku Di-Follow Obama, Nasib Wanita Tragis

acehbaru.com | New York - Seorang perempuan asal Long Island, Amerika Serikat, dijebloskan ke rumah sakit jiwa karena mengaku akun Twitter-nya diikuti (di-follow) oleh Presiden Barack Obama. Atas pengakuannya itu, dia juga harus membayar denda sebesar US$ 13 ribu atau setara Rp 169 juta.

Kam Brock, berusia 32 tahun, menjadi penghuni rumah sakit jiwa, Harlem Hospital, selama delapan hari. Selama itu pula dia mendapat suntikan obat penenang karena dianggap gila, sebelum akhirnya dokter percaya dan mengakui bahwa apa yang dikatakannya adalah benar.

Kejadian itu bermula pada 12 September lalu ketika kepolisian New York menyita mobil BMW milik Brock karena berkendara dalam pengaruh obat terlarang. Keesokan harinya Brock kembali ke kantor kepolisian untuk mengambil mobilnya, namun dia justru dimasukkan ke mobil ambulans dan dikirim ke rumah sakit.

"Hal selanjutnya yang Anda ketahui, polisi memegang saya, dokter menyuntikkan jarum suntik dan saya tidak sadarkan diri. Saya bangun dan mendapati mereka melucuti pakaian dalam saya, lalu saya tak sadarkan diri lagi. Saya bangun keesokan harinya dengan pakaian rumah sakit," kata Brock, seperti dilansir laman News.com.au, Selasa, 24 Maret 2015.

Kepada dokter, dia mengaku menjadi salah satu orang yang di-follow Barack Obama di Twitter. "Saya bilang kepada dokter bahwa Obama mem-follow saya untuk menunjukkan tipe orang seperti apa saya ini. Saya adalah orang baik, orang yang positif. Obama mem-follow orang-orang positif."

Tapi Brock justru dianggap gila dan diberi obat penenang dan pengobatan lainnya. Atas perlakuan yang diterimanya, Brock menggugat pihak rumah sakit melalui Manhattan Federal Court.

Obama memiliki hampir 57 juta pengikut (follower) di Twitter, tetapi hanya mem-follow 644 ribu akun. Akun milik Kam Brock, @AkilahBrock adalah salah satu yang di-follow Obama. | Sumber: Tempo.co |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.