Header Ads

Doorr... Kantor AU-DEC Ditembak Otk

acehbaru.com | Aceh Utara - Kantor lembaga Aceh Utara Devolopment Committee (AU-DEC) di Gampong Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, ditembak orang tak dikenal (Otk), Minggu, 15 Maret 2015, sekira pukul 20.30 WIB.


Berdasarkan keterangan yang dihimpun acehbaru.com, belum diketahui persis ciri-ciri pelaku, namun pelaku diperkirakan berjumlah dua orang. Mereka beraksi menggunakan senjata laras panjang jenis AK-45 dan menggunakan sepeda motor jenis matic warna putih.


"Dua orang itu berhenti didepan kantor (AU-DEC), mereka sempat memerintahkan saya pergi," kata seorang saksi mata, Yanis, (38). BACA : DUA PENGURUS AUDEC DITANGKAP


Dikatakan, dirinya belum sempat pergi dari lokasi kejadian, namun salah seorang pelaku langsung melakukan penembakan sebanyak empat kali dengan menggunakan senjata jenis AK-45. BACA : DEC, Antara Harapan, Isu Agama, atau Karena Kehidupan Galau ?


"Sekitar empat kali tembakan dilepaskan oleh pelaku, setelah itu pelaku langsung kabur," ujar Yanis. Setelah kajadian itu, Yanis memberitahukan pemilik rumah yang sekarang dijadikan kantor tersebut, yakni Husaini (38).


Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya saja beberapa peluru melesat ke beberapa bagian kantor berkonstruksi beton tersebut. Selain itu, di lokasi juga ditemukan beberapa proyektil peluru.


Belum diketahui motiv dari aksi ini. Namun sejauh ini masyarakat kian khawatir atas kehadiran lembaga asing itu. Apalagi setelah peristiwa penembakan tersebut.


Beberapa waktu lalu, Pemkab Aceh Utara pernah mengeluarkan intruksi atau himbauan kepada masyarakat untuk tidak tergiur dengan lembaga AU-DEC itu. Pasalnya, selain merekrut anggota dengan diberikan gaji jutaan rupiah per bulan, lembaga tersebut juga tidak ada izin dari Kesbangpol setempat.


Kabid Antar Lembaga Kesbangpol Aceh Utara, Hamdani membenarkan bahwa legalitas lembaga AU-DEC sampai saat ini belum jelas. Bersama Pemkab setempat pihaknya juga sedang mengkaji legalitas lembaga tersebut.


Hamdani mengatakan, hingga kini pihaknya bersama Pemkab dan penegak hukum masih melakukan pengkajian terkait legalitas AU-DEC. "Sampai saat ini, lembaga tersebut sama sekali belum memiliki izin resmi,” katanya kepada wartawan. | AMI |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.