Header Ads

Anggota DPRA Dari PAN Ini Sampaikan 10 Pesan Kepada Jokowi

acehbaru.com | Banda Aceh – Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Aceh untuk meresmikan Waduk Kreung Keureto dan mengunjungi PT.Pertagas di Arun Lhokseumawe. Membuat Asrizal Ketua Fraksi PAN DPR Aceh ini berinisiasi menjaring aspirasi masyarakat untuk disampaikan kepada Presiden.


Asrizal H Asnawi mengaku pesan –pesan tersebut dikumpulkan dari hasil penjaringan pendapat yang dilakukannya via BBM dan media sosial lainnya. Sehingga terkumpul 10 pesan untuk Pak Presiden yang telah berhadir di Aceh.


Pesan –Pesan tersebut adalah :


1. Masyarakat berpesan bila Bapak Presiden kalo ada masalah minta tolong sama Allah, jangan sama makhluk, usahakan utk sholat lima waktunya di Mesjid berjamaah dan tepat waktu, karena kalo pemimpin sholat di Mesjid akan membawa rahmat untuk rakyatnya... Insya Allah


2. Presiden sebagai mandataris negara dan rakyat untuk dapat memberikan jaminan adanya ketersediaan Lapangan Kerja bagi 1,2 jt pemuda Aceh yang sampai hari ini masih menjadi pencari kerja. Hal ini penting karena jangan sampai Aceh menjadi daerah darurat Narkoba. Bahwa, bisnis Narkoba adlah lapangan pekerjaan terbesar dan termudah yang bisa dilakukan oleh pemuda Aceh dan Indonesia umumnya.


3. Pemerintah Pusat melalui PT Pelindo sebagai BUMN untuk dapat mengoptimalisasikan Pelabuhan pelabuhan yg ada di aceh sebagai jalur ekspor dan impor (hasil bumi dll) bagi masyarakat pantai Timur dan barat Aceh serta Dataran Tinggi Gayo. Serta realisasi janji tol laut di 24 titik yg di mulai dari indonesia barat yaitu banda Aceh harus di realisasikan secepatnya krn informasi terakhir kami dapat utk wilayah barat Tol laut di mulai dr sumatra utara yaitu kuala tanjung bukan Aceh.


4. Pemerintah Pusat melalui Kementerian BUMN telah menyatakan bahwa Aceh tak termasuk daerah yang akan dilakukan pembangunan Jalan Tol. Pernyataan ini keliru dan terlalu prematur. Pasalnya, Kuota kenderaan bermotor (mobil) di Aceh sama jumlah dgn sumatera utara. Banyak warga Aceh yg menggunakan plat kenderaan mereka dengan Plat luar Aceh teruma BK (Sumut) dan B (Jakarta). Untuk itu, Pemerintah Pusat harus memasukan Aceh sebgai salah satu provinsi mendapat kuota pembangunan jalan tol serta memperbaiki sarana dan prasarana masyarakat lainnya.


5. Prioritaskan pmbangunan pendidikan Aceh, imbas dr Puluhan tahun aceh di dera konflik brkepanjangan,sampai saat ini generasi aceh blm menyeluruh dpt mrasakan pendidikan yg layak dan berkualitas Keistimewaan Aceh dalam hal pendidikan semakin memudar. Karenanya, Pemerintah Pusat harus memprioritaskan Aceh (khususnya Mahasiswa Aceh) mendapat beasiswa pemerintah lebih besar kuotanya. Serta adanya keistimewaan terkait jalur penerimaan beasiswa daerah terluar, terisolir dan terdepan yang ditetapkan pemerintah.


6. Kedatangan presiden ke aceh adalah untuk meresmikan di mulainya pembangunan waduk bernilai triyunan rupiah di Kreung Kereuto aceh utara untuk kebutuhan listrik masyarakat Aceh dan areal pertanian setempat namun utk di ketahui juga di beberapa tempat lain di aceh waduk waduk besar itu juga di butuhkan untuk mengairi persawahan dan ini juga utk kebutuhan hajat hidup orang banyak krn kita tahu 100% masyarakat aceh masi menjadikan beras sebagai makanan pokok.


7. UUPA dan turunannya yg masi tertahan di level pemerintah pusat baik tentang keistemewan dan kekhususan aceh dalam mengelola wilayahnya dermaga atau izin import bebas di beberapa pelabuhan laut aceh yg sampai sekarang terkatung katung kepastiannya.


8. Infrastruktur aceh sdh lumayan walau di beberapa daerah masi belum memadai namun masi lebih baik di banding indonesia bagian timur, yg sangat memprihatinkan ialah laju pertumbuhan ekonomi msyarakat yg sangat kritis. Hari ini urat nadi kehdupan ekonomi raktat aceh hnya tertopang pada dana Otsus APBA dan gaji PNS. Bila tdk ada infestor atau pengusaha yg mau menanam modal diaceh untuk industri maka pengangguran akan trjadi secara masal di Aceh. Dan ber efek pada kriminalitas yg pasti sangat tinggi.


9. Pemerintah pusat harus memfasilitasi pemerintah aceh dan masyarakat Aceh untuk pembentukan Lembaga atau badan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi KKR Aceh sebagai wujud islah dan penyelesaian perdamaian Aceh secara menyeluruh. Mengingat terlalu banyak nyawa dan harta benda masyarakat yg tidak terlibat dalam konflik namun menjadi bagian korban dr konflik Aceh yg terlalu panjang di masa lalu. Masyarakat Aceh bisa memaafkan tp belum tentu bsa melupakan. Kita ingin gesekan gesekan kecil bisa segera teratasi dengan terbentuknya lembaga ini sebagai alat mediasi maaf memaafkan serta menjadi bukti sejarah bahwa masyarakat Aceh bisa berjabat tangan dan berangkulan dalam sebuah ukhuwah yg islamiah.


10. Pak Presiden walaupun Negara kita dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil, kami harapkan bapak Presiden makan jnganlah di tahan tahan... Karena kalo sekedar makan kami rakyat Aceh masih bisa walau seadanya. Kami prihatin lihat Pak Presiden makin kurus saja semenjak dilantik. |LIA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.