Header Ads

Anak Muda Lebih Suka Jadi Tentara, Bukan Wiraswasta

acehbaru.com | Aceh Utara - Komandan Korem 012 Teuku Umar Meulaboh Kolonel Arhanut Ruruh A Setia Wibawa melakukan kunjungan kerja ke Aceh Barat Daya, Kamis 19 Maret 2015. Kedatangan danrem disambut Bupati Aceh Barat Daya Jufri Hasanuddin bersama Dandim 0110 Aceh Barat Daya Letkol Inf Suhartono, Kapolres Aceh Barat Daya AKBP Budi Samekto SIK, pimpinan dan anggota DPRK serta Muspida di pendopo.



Bagi Kolonel Ruruh, Aceh Barat Daya dan Aceh bukan hal baru baginya. “Kurang lebih delapan tahun setengah saya menetap di Aceh. Aceh rumah kedua bagi saya,” ujarnya.



Ia menilai posisi Aceh Barat Daya sangat strategis karena diapit oleh beberapa kabupaten tetangga. Namun, kata Ruruh, potensi ini tidak dimanfaatkan dengan baik terutama oleh generasi muda. “Anak-anak muda kita lebih cenderung berpikir untuk menjadi tentara, polisi, PNS, pegawai BUMN dan BUMD. Naluri wiraswasta sangat kurang di kalangan anak muda kita. Inilah yang seharusnya kita asah dan kita munculkan,” ujarnya.



Menurut Ruruh, kehidupan di kota-kota besar kini sangat susah, berbeda dengan di Aceh yang sangat mudah. “Apalagi, ditopang beragam potensi yang kita miliki dan itu jugalah yang membuat kita menjadi terlena. Saya berharap kepada generasi muda untuk membangun jiwa wiraswasta dan jangan hanya bersandar kepada pemerintah,” papar Ruruh.



Selain itu, Danrem juga berterima kasih kepada Pemerintah Aceh Barat Daya yang telah menyediakan lahan pembangunan Kompi. Ia berharap jalinan yang baik antar lembaga menjadi pendorong menjadikan Aceh Barat Daya lebih baik dari berbagai sektor. “Di Aceh Barat Daya sudah ada Kodim, Kompi dan Polres. Mereka sudah diberi kemampuan dan alat-alat lengkap. Ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mempercepat laju pembangunan.”


Menurut Bupati Jufri Hasanuddin, kunjungan Danrem ke Aceh Barat Daya direncanakan dua pekan sebelumnya. Namun, terpaksa ditunda karena kunjungan Presiden Joko Widodo ke Aceh. Kepada Danrem Ruruh, Bupati Jufri memaparkan kondisi Aceh Barat Daya sejak dimekarkan dari kabupaten induk Aceh Selatan pada 2002. Selama itu pula, kata Jufri Hasanuddin, Aceh Barat Daya telah dipimpin oleh lima penjabat dan bupati definitif.


“Aceh Barat Daya relative lebih kecil dibandingkan dengan kabupaten tetangga yang ada di Pantai Barat Selatan. Namun meskipun kecil, semangatnya luar biasa di segala sektor tidak terkecuali ekonomi dan politik,” ujar Bupati Jufri.


Dulu, tambah Jufri Hasanuddin, Blangpidie yang merupakan ibu kota Aceh Barat Daya merupakan sentral dagang di Pantai Barat Selatan. Seiring perjalanan waktu, julukan ‘kota dagang’ mulai memudar akibat kondisi perpolitikan di Aceh Barat Daya.


“Kami menyadari dan tidak mau larut akan hal tersebut. Kami mencoba bangkit menata kembali Blangpidie sebagai kota dagang. Alhamdulillah selama tiga tahun kami menjabat, geliat perekonomian di Kabupaten Aceh Barat Daya mulai terlihat,” ujar Bupati Jufri. | RILIS |

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.