Header Ads

Sedang Bobok, Johan Budi Dapat Telpon Diminta Jadi Komisioner KPK

acehbaru.com | Jakarta - Karena pulang dinihari membuat Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi Sapto Prabowo  tertidur dirumahnya. Namun kejadian yang tidak disangka ia mendapat telepon untuk diminta menjadi salah satu komisioner KPK.


Diberitakan Tempo.co, Johan, yang merangkap juru bicara Komisi, baru pulang pukul 05.00 pagi dari kantornya karena rapat maraton membahas kriminalisasi kepada pemimpin dan penyidik. Selain 21 penyidik yang menjadi tersangka, para direktur juga sudah mendapat panggilan dari Markas Besar Polri atas tuduhan menyalahi kewenangan ketika menetapkan tersangka korupsi kepada calon Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan.


Sampai di rumahnya, Johan tidur pukul 06.00 WIB. Baru pukul 12.30 WIB dia terbangun dan mendapati ada 53 panggilan tak terjawab di teleponnya. Satu pesan seluler membuatnya terperanjat, "Johan, bisa saya telepon? JK". Itu dari nomor Wakil Presiden Jusuf Kalla.


Belum semua pesan dan panggilan ia periksa, telepon Johan berbunyi. "Benar ini dengan Pak Johan Budi, juru bicara KPK? Saya ajudan presiden. Pak Jusuf Kalla ingin bicara," kata Kolonel Laut Hersan, ajudan itu, seperti dituturkan Johan, Rabu malam, 18 Februari 2015.

"Hey, Johan, ke mana saja? Semua orang mencari Anda sejak pagi," suara Jusuf Kalla menggelegar di ujung telepon.

"Waduh, maaf, Pak. Saya baru pulang Subuh jadi tadi ketiduran. Ada apa, Pak?"

"Saya diminta Presiden untuk menghubungi dan meminta Anda menjadi pelaksana tugas komisioner KPK. Siap ya?"

"Demi kebaikan lembaga ini, saya siap, Pak!"

Setengah jam kemudian, sekitar pukul 14.00, Johan melihat di televisi Presiden Joko Widodo mengumumkan pembatalan pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Polri. Jokowi mengajukan nama baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat, yakni Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti.

Jokowi juga menonaktifkan Ketua KPK Abraham Samad dan wakilnya, Bambang Widjojanto, yang menjadi tersangka di Mabes Polri. Sebagai gantinya, Jokowi menunjuk Johan dan mantan Ketua KPK Taufikurrahman Ruki dan pengacara mantan Staf Ahli Kapolri Indrianto Seno Aji.

Ruki, yang pensiun sebagai polisi dengan pangkat jenderal bintang dua, memimpin KPK pada 2003-2007. Adapun Indrianto sehari-hari berprofesi sebagai pengacara. Keluarga Cendana dan Bank Century adalah dua klien besarnya.


Meski telah ditunjuk sebagai pelaksana tugas komisioner, dua jabatan Johan sebelumnya belum dicabut, yakni juru bicara dan deputi pencegahan. Johan, Ruki, dan Seno Aji akan memimpin KPK bersama dua komioner lama, Zulkarnaen dan Adnan Pandu Praja, hingga Desember 2015 sampai tiba masa pemilihan komisioner yang baru.

Menurut Johan, ketika menghubunginya, Jusuf Kalla tak memberikan alasan mengapa ia yang ditunjuk menjadi pelaksana tugas. Di bawah kepemimpinannya, Johan berharap hubungan KPK dengan Polri kembali dekat, tak berkonflik seperti sekarang. | Sumber TEMPO|









Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.