Header Ads

Rencana Pemindahan Batu Giok 20 Ton Masih Terkendala. 'Awas Hantu Pemburu Giok Menyerbu'

acehbaru.com - Batu giok yang diprediksi memiliki berat 20 ton direncanakan akan dipindahkan oleh pemda setempat untuk diamankan di ibu kota Kabupaten Nagan Raya. Namun batu yang berada dalam kawasan Hutan lindung tersebut belum di cincang oleh pemda. Minggu 22 Februari 2015. Kondisi ini diprediksikan sangat rawan dari pencurian 'Hantu' pemburu giok.


Juanda jurnalis acehvideo.tv melaporkan rencana pemda gagal karena warga melarang pemerintah untuk memotong batu tersebut dengan alasan batu giok ini berada di hutan lindung Krueng Isep.


Meski begitu, aparat keamanan juga terus di tambah untuk mengamankan lokasi batu dari masyarakat yang ingin mengambil batu giok tersebut. Sedikitnya 50 personil TNI dan Polri bersiaga di lokasi batu dengan senjata lengkap.


Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Nagan Raya, Samsul Kamal mengatakan, kondisi di lapangan untuk saat ini tidak kondusif. Banyak pihak yang mengklaim batu tersebut batu mereka dan tidak rela untuk di eksekusi oleh pemerintah. Warga meminta batu tersebut dieksekusi oleh mereka.


“Terkait permintaan warga batu giok 20 ton tersebut segera dibagikan ke warga, penemu batu, desa dan pemerintah. Nanti akan diputuskan dalam rapat selanjutnya kepala daerah,” kata Samsul Kamal. Kini pengamanan di lokasi penemuan batu giok 20 ton terus ditingkatkan. Warga yang ingin menuju ke lokasi dibatasi untuk menghindari potensi konflik.


Rawan Giok


Berdasarkan kondisi sebelumnya batu giok 20 ton yang semakin menyusut dalam kondisi beberapa bagian sudah terpotong, maka tak heran jika pecinta batu akik mengkhawatirkan semakin lama batu tersebut berada di hutan lindung Kreung Isep maka berpeluang akan terus menyusut. Karena dengan 50 personil yang melakukan penjagaan sebelumnya batu tersebut telah banyak yang terpotong.


"Berarti pencuri batu ini kalau bukan hantu berarti orang yang memakai ilmu peurabon (Ilmu tidak nampak dlihat), karena bisa lolos dari kawalan 50an penjaga dari TNI, Polisi,  Polhut, dan Satpol PP,"Kata Musri yang saban hari menikmati aktivitas penjualan batu diwarung kopi. | LIA|


Note : Penyebutan Hantu karena yang melakukan pemotongan tidak diketahui, kemudian kejadian itu diprediksi terjadi dimalam hari, dan status batu Giok tersebut dalam pengawalan Polisi, TNI, Polhut, dan Satpol PP.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.