Header Ads

PAD Lebihi Target, Pemko Langsa Dapat Pujian Dari Pemerintah Pusat

INFO acehbaru- Perputaran masa kemasa dibarengi dengan sosok kepemimpinan silih berganti, kebijakannya juga tentu berbeda. Ini merupakan hal yang biasa, lazim terjadi dimana – mana dan kapan saja.


Berdasarkan pengalaman semua itu harus diakui, munculnya dampak positif atau negatif yang dirasakan langsung oleh masyarakat akibat gaya kepemimpinan dan kebijakan sebuah Rezim yang saling berbeda antara satu sama lainnya.


Seperti potret Kota Langsa akhir – akhir ini kelihatannya mulai tampil dengan semangat baru dan menggairahkan.


Belakangan ini banyak kalangan masyarakat menilai bahwa Walikota Langsa Tgk Usman Abdullah, SE telah mampu memoles wajah daerah yang membuat aura Pemko Langsa kini tampak semakin mempesona, keberhasilan dimaksud selain tatanan Pemerintah yang kuat dan disiplin, pembangunan penghijauan dilingkungan perkotaan, penertiban para pedagang kaki 5 beserta pajak ikan dan lain – lain.


Bahkan tidak hanya itu, meningkatnya potensi kebersihan diseluruh Wilayah Kota Langsa serta upaya penanggulangan banjir dengan membangun sejumlah drainase dibeberapa titik rawan banjir, demikian ungkap salah seorang tokoh masyarakat Kota Langsa, H. Nurdin Ismail mantan anggota DPRK Aceh Timur dari Fraksi PPP periode Tahun 1999 – 2004.


Selain itu Pemerintah Kota Langsa telah berhasil menciptakan perubahan suasana dan iklim dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa di berbagai aspek.


Keberadaan RSUD Langsa hari ini dibawah pimpinan dr. Herman sebagai Direktur telah mampu meningkat minat masyarakat atau berhasil meraih dukungan masyarakat luas. Menurut H. Nurdin, pelayanan hari–hari sudah prima, keramah– tamahan para petugas baik perawat maupun dokter juga patut mendapat acungan jempol.


Kebersihan dan keindahan di lingkungan RSUD Kota Langsa termasuk dalam kategori papan atas diantara Rumah Sakit – Rumah Sakit lainnya yang ada di Prov. Aceh. Demikian juga dengan jumlah pasien yang berobat jalan hampir mencapai 500 orang per harinya. “Ujar H. Nurdin.


Pada sector lainnya suatu tugas mulia yang kini sedang digalakkan Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah, SE alias Toke Se’um adalah Amar Makruf Nahi Mungkar (melakukan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya).


Sebagai mana diketahui bahwa sudah sekian lamanya Walikota Langsa menghimbau kepada seluruh SKPK terutama Kadis, Kepala Badan, dan lain – lainnya untuk melakukan Shalat berjama’ah pada setiap magrib (Rabu sore) dan untuk Shalat berjama’ah Shubuh pada Sabtu pagi ecara bergilir keseluruh Mesjid– mesjid yang ada di Wilayah Pemko Langsa.


Tugas mulia lainnya adalah Walikota Langsa telah membentuk Tim khusus terpadu untuk mengganyang segala bentuk jenis maksiat, meskipun kebijakan yang satu ini tidak dapat memuaskan semua pihak, tapi harus kita lakukan, “sebutnya.


Terkait PAD
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Langsa Tahun 2014, melebihi target, Rp 110.460.377.898 atau sekitar 105,16 persen dari target Rp 105.037.534.787. "Wakil Wali Kota Langsa, Drs. Marzuki Hamid MM, beberapa waktu lalu mengatakan, target PAD tersebut merupakan target Anggaran Pendapatan Belanja Kota Perubahan (APBK-P) ahun 2014, berdasarkan realisasi penerimaan pada 11 Satuan Kerja Perangkat Kota (SKPK).


Marzuki Hamid merincikan, dari 11 SKPK Pemko Langsa yakni realisasi PAD per tanggal 31 Desember untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) diperoleh Rp 85.819.193.190, atau 108,63 persen dari yang ditargetkan sebelumnya Rp 79.000.000.000.000,


Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Diskoperindag) dan UKM diperoleh Rp 241.023. atau 100,87 persen dari target Rp 238.950.000. Dinas Kelautan, Perikanan, Kehutanan dan Pertanian diperoleh Rp 103.770.500 atau 114,79 persen dari target Rp 90.400.000


Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) diperoleh Rp 815.259.000 atau 179,18 persen dari target Rp 455.000.000. Dinas Pekerjaan Umum (PU) diperoleh Rp 349.375.000 atau 111,16 persen dari target Rp 314.300.000
Dinas Pengelolaan Kekayaan dan Aset (DPKA) diperoleh Rp 13.990.058.231 atau 108,97 persen dari target Rp 12.838.680.129. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diperoleh Rp 7.000.000 atau 100 persen . Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil diperoleh Rp 16.332.500 atau 100 persen.


Sementara itu ada tiga SKPK yang PAD-nya tidak mencapai target, yaitu Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo) dari target sebesar Rp 1.192.320.000, hanya diperoleh Rp 638.886.000 atau 53,58 persen.


Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (BLHKP) dari target Rp 240.606.000, hanya diperoleh Rp 188.321.440 atau 78,27 persen. Dinas Kesehatan (Dinkes) dari target Rp 10.643.946.158, hanya diperoleh Rp 8.291.162.037 atau 77,90 persen.


Menurut Marzuki Hamid, tidak tercapainya realisasi PAD pada Dishub Kominfi, karena ada sebanyak enam perusahaan menara telekomunikasi yang tidak membayarkan pajak retribusi jasa umum, dengan jumlah hitungan keseluruhan pada tahun 2014 sebesar Rp 264.304.163


Bahkan dari lima perusahaan yang terdata sebelumnya pada tahun 2013, hingga kini juga belum membayarkan retribusi ke Pemko tersebut. Dengan demikian dari enam perusahaan menara telekomunikasi yang terdata pada tahun 2013-2014, terdapat lima perusahaan yang tidak membayar wajib pajaknya selama dua tahun. | Advertorial/jim|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.