Header Ads

Merawat Tumbuhan, Menuju Langsa Hijau

INFO acehbaru- Lelaki itu membereskan tempat duduk. Dari agak miring bergeser untuk tegak, sejurus kemudian tangannya mengambil dua lembaran kertas putih. Dia membaca wajah ceria terpancar. “Kota Langsa akan menjadi Kota Hijau,” Kata lelaki yang dulu saat Aceh masih berkonflik hutan Mangrove dan rawa –rawa menjadi jalan baginya.


“Ini suatu tantangan,” Katanya. Dengan Langsa menjadi Hijau pasti kehidupan masyarakat akan lebih nyaman. Lelaki itu tidak lain adalah Usman Abdullah Alias Toke Seum yang kini sedang menjabat sebagai Walikota Langsa.




[caption id="attachment_19605" align="alignright" width="300"]Walikota Langsa Usman Abdullah Walikota Langsa Usman Abdullah[/caption]

Bagi warga Langsa Usman Abdullah tidak begitu terkenal, karena mereka sering menyebutnya dengan sebutan saat Usman saat ia menjadi salah satu kekuatan Sipil GAM di Wilayah Peureulak yaitu Toke Seuem.


Toke Seu um mengartikan saudagar panas. Nama ini bukan tidak ada alasan melekat pada pria berkumis itu, semasa masih di negeri jiranlah kisah nama itu awal bermula. Setelah perdamaian 15 Agustus 2005 silam, ia menjadi politisi Partai Local aceh yaitu Partai Aceh.


Pada 2009 lewat kenderaan politik itu membawanya ke kursi DPRA dapil 6 Aceh Timur, Langsa dan Tamiang. Pada pilkada April 2012 lalu, pasangan Usman Abdullah – Marzuki terpilih sebagai Walikota Langsa setelah bertarung dua putaran dengan rival berat almarhum Zulkifli Zainon, Usman menang dengan suara 35.911 suara atau 58,55 persen.




[caption id="attachment_19604" align="alignright" width="300"]Walikota Langsa Usman Abdullah Walikota Langsa Usman Abdullah[/caption]

Selama menakodai kota Langsa, Usman Abdullah terus berusaha menjadikan kota nomor dua diujung Timur Aceh itu menjadi kota yang lebih berkembang. Semenjak itu perubahan  yang pertama adalah  sejumlah jalan kota yang sebelumnya berlubang kini telah diperbaiki, begitu juga penataan dan penghijauan sejumlah ruas jalan didalam kota.


Bukan cuma itu Usman Abdullah juga memfokuskan penegakan Syariah di Kota yang memiliki kehidupan plural itu, baik dengan penerapan Qanun Syariah Islam nomor 14 tahun 2003 tentang Syariah Islam maupun dengan aktivitas langsung melalui gerakan memakmurkan Mesjid seperti melaksanakan shalat shubuh berjamaah disejumlah Mesjid dalam Kota Langsa.


Gebrakan yang lain juga dilakukan alumni STM Negeri Langsa itu, seluruh taman dipercantik dengan bunga dan tanaman hijau. Harapannya tidak lain, selain memperindah wajah kota juga dengan tumbuhan dapat menyerap palusi udara yang membahayakan pengguna jalan dan penduduk kota.




[caption id="attachment_19606" align="alignleft" width="600"]Hutan lindung Kota Langsa Hutan lindung Kota Langsa[/caption]

Tak heran gebrakan di bidang ini membuat Kota Langsa pada tahun 2014 terpilih sebagai salah satu kabupaten/kota di Provinsi Aceh mendapatkan program pengembangan kota hijau dari Pemerintah RI.


Gayung bersambut, Usman telah menuliskan sejak awal dalam RPJM Jangka Menengah 2012-2017, menjaga lingkungan hidup suatu yang penting dalam program pemerintahannya. Langsa-751646


Maka dari itu Pemerintah Kota Langsa sudah mempersiapkan beberapa lokasi untuk dijadikan tempat pengembangan penghijauan, dan penciptaan suatu wilayah yang didalamnya terdapat komponen produk pariwisata (attraction, amenities, accebilities dan layanan) |Advertorial/IRA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.