Header Ads

Sejumlah Pihak Minta Nama Kampus Cot Kala Yang Hilang Segera Dikembalikan

acehbaru.com | Langsa – Polemik menghilangnya nama Cot Kala di lembaga pendidikan STAIN yang kini menjadi IAIN Langsa merembes panjang. Penghilangan nama Dayah terkenal dimasa Kerajaan Peurlak tersebut mendapat protes dari sejumlah kalangan.  Rabu, 7 Januari 2015.



Sejumlah pihak mengaku heran dengan fakta itu, pasalnya nama STAIN Cot Kala sudah begiru bermasyarakat dan memiliki history yang sangat panjang, maka dari itulah para pendiri Sekolah tinggi Islam itu menabalkan nama tersebut sebagai spirit pendidikan, karena Zawiyah Cot Kalla adalah Pondok Pesantren  tertua di Indonesia pada zaman Kesultanan Perlak abad ke 11 Masehi, yang dibangun oleh Syeh Abdullah Kancan dengan bantuan sultan Kerajaan Islam Peurlak yang keenam yang bernama Makhdum Alaiddin Malik Muhammad Amin Syah Johan Berdaulat, pada awal abad ke-11 Masihi (abad kelima H). Baca juga - Hilangnya Nama Zawiyah Cot Kala, Faktor Lupa Atau Skenario ?



Dari Zawiyah Cot Kala Simpang Aneuk Kecamatan Bireum Bayeun Kabupaten Aceh Timur itu  melahirkan banyak mubaligh untuk dihantar sebagai duta Islam untuk berdakwah kepada masyarakat Melayu sekitarnya dan di seluruh Nusantara yang masih belum menerima Islam. Antara contoh yang dapat dilihat Maulana Ishak, Maulana Nur al-Din (Fatahillah) dan Sunan Bonang yang menyebarkan Islam ke Jawa, Maulana Abu Bakar ke Melaka (Data Wikipedia)



[caption id="attachment_18965" align="alignright" width="545"]STAIN LANGSA Diesnatalis ke-34 Stain Zawiyah Cot Kala Langsa, 30 desember 2014. Kala diesnatalis itu status Stain Zawiyah Cot Kala. Pada saat itu status STAIN sudah menjadi IAIN sesuai Peraturan Presiden nomor 146 tahun 2014, tapi namanya bukan IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, tapi cuma IAIN Langsa, akhirnya jadi polemik. | Foto acehbaru.com[/caption]

,”Kami tidak setuju nama itu dihilangkan, karena itu sejarah dan kehebatan dunia pendidikan pada masa lalu kita sampai melahirkan tokoh dan panutan agama, maka itu musti dikembalikan kembali,” Ujar Muhammad Hanafiah Kepala Mukim Bayeun Aceh Timur dalam diskusi Akademik terkait Hilangnya nama Zawiyah Cot Kala dalam alih status STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Menjadi IAIN di Hotel Kartika Langsa.



Sejumlah peserta yang lain juga mengaku semakin dibuat bingung dengan kasus tidak ada lagi nama Zawiyah Cot Kala Langsa, karena menurut sejumlah peserta saat dies natalis yang ke 34 yang diselenggarakan pada 30 Dsember 2014 dalam spanduk yang dipasang panitia dituliskan Dies Natalis ke 34 dan Launching IAIN Cot Kala Langsa.



Ternyata didalam Perpres nomor 146 tahun 2014 yang di undangkan pada 17 Oktober 2014 oleh menteri Hukum dan HAM Amir Samsuddin  dan menjadi lembaran negara nomor 287 itu terjadi perbedaan dengan yang tertulis dispanduk di Perpres itu jelas tertulis di pasal 1 “Dengan peraturan Presiden ini, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Zawiyah Cot Kala Langsa diubah bentuknya menjadi Institut Agama Islam Negeri Langsa, sementara Zawiyah Cot Kala atau Cot Kala tidak tersebut lagi.



“Dan itu harus dipertanyakan kepada pihak pengusul peningkatan status dari STAIN Cot Kala Langsa menjadi IAIN Langsa,” Ujar seorang peserta yang lain.



Dalam diskusi yang berlangsung setengah hari tersebut, sejumlah pertanyaan juga timbul, diantaranya peserta juga mempertanyakan kenapa nama itu sampai hilang?



Muslim A Gani mantan anggota DPRK Aceh Timur kini aktif sebagai Advokat yang menjadi  narasumber dalam acara tersebut menyebutkan ada keteledoran dalam pengusulan nama peningkatan status STAIN Cot Kala. “Tapi saya belum bisa menyebutkan dimana,” Katanya



Muslim juga menambahkan, penamaan Zawiyah Cot Kala pada STAIN tidak serta merta begitu, dulu untuk penamaan itu melibatkan sejumlah kalangan semasih Kota Langsa masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur. Bahkan katanya, ada Qanun yang memanyungi keputusan tentang nama tersebut.



Sementara Wakil Ketua I bidang akademik STAIN Zawiyah Cot Kala Drs H Basri Ibrahim MA mengatakan pihaknya saat mengusulkan peningkatan status dengan nama lengkap STAIN ZCK Langsa, menjadi IAIN ZCK Langsa, dan saat pembahasan di kementerian tidak pernah dibahas soal nama, namun setelah diterima foto kopi perpres tidak tercantum lagi Zawiyah Cot Kala. “Beberapa hari yang lalu telah diusulkan kembali untuk revisi,” Ujar Drs H Basri Ibrahim saat dikonfimasi acehbaru.com. | IRA|





 

 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.