Header Ads

Pupuk Lebih Mudah Dimasa Sueharto Ketimbang Masa Jokowi

 acehbaru.com | Aceh Utara - ''pupuk lebih mudah didapat dimasa Soeharto ketimbang masa Jokowi'' kata Murni Ismail saat nongkrong pagi diwarung kopi Krueng Haji Kemukiman Sawang Utara, Aceh Utara. Jum'at, 2 Januari 2015.



"Dimasa Soeharto persediaan pupuk lansung ditransfer kekoperasi (Bimas), tapi masa Jokowi pupuk setelah dialokasi dijual dikios resmi, disini potensi penyimpangan sangat rawan, seperti yang kita rasakan saat ini'' sebut Murni.



Isu kelangkaan pupuk di Aceh Utara yang tak lain adalah lokasi produksi pupuk raksasa, menjadi topik yang paling banyak diperbincangkan sejak bulan lalu. "Kenapa pupuk bisa menjadi barang langka'' tanya Toke Hafid kepada lawan diskusinya Hasan Lhok Kuyuen dan Usman Ali di Jambo Jaga.



"padahal Aceh Utara adalah lokasi pabrik produksi pupuk yaitu PT PIM" lanjut Hafid. Dia menjelaskan hal-hal unik yang menjadi tanda tanya besar hingga terjadi kelangkaan pupuk. "mulai dari RDKK tidak jelas, Pengawas pupuk tidak pernah kita kenali dilapangan, intel Polres selalu nempel bersama distributor hingga kelangkaan pupuk tidak menjadi persoalan hukum karena polisi juga mendapat bagian'' Katanya.



Dia juga menjelaskan soal fungsi Pemerintah untuk memenuhi hak warga negaranya. "hari ini pemerintah tidak begitu memprioritaskan kebutuhan rakyat ketimbang masalah politik kepentingan dan keinginan segelintir kelompok, seharusnya kan bisa kebutuhan pupuk dialokasikan sesuai kebutuhan yang dituangkan dalam RDKK lansung diantar kesetiap BUMG" Saran Hafid untuk mengantisipasi kelangkaan dalam diskusi pagi Jum'at atau pagi tanpa kerja yang menjadi tradisi di Aceh Utara menunggu waktu shalat Jum'at. | ISB |



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.