Header Ads

Pupuk di Aceh Langka, Siapa Yang Salah? Inilah Hasil Wawancara Dengan Saiful A.Md

acehbaru.com | Aceh Utara - Terkait Kelangkaan Pupuk di sejumlah Kecamatan, Kabupaten Aceh Utara sehingga menjadi kendala bagi petani yang sekarang lagi turun kesawah  untuk penanaman padi yang sulit mendapatkan Pupuk,dan hampir 3 tahun ini masalah yang sama terus terjadi.



Dari hasil Liputan Reporter acehbaru.com, PT.Pim di  Tahun 2013 Aceh mendapatkan Subsidi Pupuk urea 97 Ribu Ton pertahun dan sekarang hanya lebih kurang 50 Ribu Ton pertahun. maka dari jumlah tersebut tidak mustahil penyebab pupuk di beberapa tahun ini tidak tercukupi menurut kebutuhan petani



Dari itu Reporet acehbaru.com mengadakan wawancara dengan Saiful A.Md Anggota DPRK Aceh Utara Komisi C dari Fraksi Nasdem.



Inilah kutipan wawancara antara reporter acehbaru.com dengan Saiful A.Md Kamis, 8 januari 2015:,



Reporetr :  Bagaimana pandangan Bapak terkait kelangkaan Pupuk yang selama ini terjadi di kalangan Petani di Sejumlah kecamatan di Aceh utara?



Saiful : Pandangan Saya di Bidang pertanian itu seharusnya Dinas terkait harus mengambil sikap tegas untuk meminimalisir kelangkaan pupuk yang bisa menghambat pengembangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat petani yang pada umumnya mereka untuk bertani  sudah bergantungan dengan Pupuk, jika memang itu tidak di lakukan maka proses pertanian di Aceh akan terhambat dan bisa jadi akan berdampak pada gagal Panen sehingga krisis pangan dan menyebabkan kemiskinan dan kelaparan di kalangan masyarakat. .



Reporter: jika sudah seperti ini siapa yang bisa di salahkan oleh masyarakat, Pemerintah atau perusahaan yang sekarang memproduksi Pupuk yaitu PPT.Pim ?

Saiful : kita tidak bisa mengklaiem dulu kesalahaannya di pihak yang mana, di karenakan PT.Pim juga melaksanakan Pendistribusian Pupuk Berdasarkan Peraturan Permendag No. 07/M-DAG/PER/2/2009, tanggal 09 Februari 2009 PT PIM Penanggung jawab untuk pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Aceh.



Nah di sini PT.Pim mengeluarkan pupuk bersubsidi menurut permintaan Dinas terkait dan Pemerintah Aceh. jadi siapa yang salah biar masyarakat yang tentukan.



Reporter: Apa solusi dari bapak agar kelangkaan pupuk bisa terantisipasi ?



Saiful : kalau di minta solusi ya untuk mengantisispasi kelangkaan pupuk seharusnya Pemerintah Daerah lebih Komit terhadap kebutuhan Pupuk di kalangan Petani, solusinya ya Pemda harus mengeluarkan kebijakan dan mengusulkan untuk penambahan Kuota Pupuk..



Reporter : Caranya ?



Saiful : Caranya ya Seharusnya dinas terkait di Kabupaten dan Kota di beri tugas untuk mengevaluasi di setiap Gampong dan  Kecamatan untuk mengecek ulang luas areal dan jumlah petani.



Karena masih banyak masyarakat petani yang tidak terdata di RDKK yang membutuhkan pupuk itulah penyebab pupuk langka dikarenakan jika di salurkan menurut RDKK 10 Ton untuk 1000 Petani sedang yang membutuhkan lebih dari 2000 petani.



Dan yang seharusnya Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan harus Proaktif mengajukan Laporan ke Dinas Kabupaten Dan Selanjutnya Ke Propinsi Aceh. | AMI |



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.