Header Ads

Pejabat IAIN Langsa, Kirim Surat Minta Nama IAIN Langsa 'Dibatalkan'

acehbaru.com | Langsa – Wakil Ketua I Bidang Akademik IAIN Langsa Drs H Basri Ibrahim MA mengatakan surat revisi untuk meminta agar diubah kembali nama IAIN Langsa menjadi IAIN Zawiyah Cot Kala telah dikirim beberapa hari yang lalu. Rabu 7 Desember 2014.



Drs H Basri Ibrahim MA yang diduga mengetahui perihal menghilang nama Zawiyah Cot Kala dalam alih status STAIN Zawiyah Cot Kala ke IAIN dan saat keluar Perpres nama Zawiyah menghilang dan yang tinggal cuma IAIN Langsa. Mengaku beberap hari yang lalu telah mengirimkan kembali surat untuk direvisi nama tersebut.



,”Sudah kita kirimkan surat revisi beberapa hari yang lalu,” Aku H Basri Ibrahim kepada acehbaru.com via shot message service. BACA JUGA : Sejumlah Pihak Minta Nama Kampus Cot Kala Yang Hilang Segera Dikembalikan



Polemik hilangnya Zawiyah Cot Kala saat Stain Zawiyah Cot Kala alih status menjadi IAIN berbuntut panjang, sejumlah alumni dan masyarakat mengkritisi perubahan tersebut. Dari para pemerotes ini terlihat mereka cuma menuntut agar nama Zawiyah Cot Kala itu dikembalikan.



Namun menurut surve sederhana yang dilakukan team acehbaru riset respon pasar dalam persoalan ini ternyata telah meluas dan telah menjadi sebuah kondisi sosial yang muncul secara tiba-tiba dilingkungan kampus antara orang-orang yang peduli terhadap kampus tersebut . BACA JUGA – Hilangnya Nama Zawiyah Cot Kala, Faktor Lupa Atau Skenario ?



Dari riset sederhana tersebut terindikasi bahwa pihak yang dianggap ikut serta dan mengetahui serta terlibat dalam proses administrasi alih status tersebut sepertinyamengangap kritikan itu sebagai satu ancaman, sehingga kemudian terendus usaha dari pihak berkompeten untuk ‘meredam’ mulut -mulut yang meupep-pep memprotes hilangnya nama tersebut. dari sejumlah orang yang tidak soal hilang nama itu diPep-pep kan. (dibicarakan dengan nada Protes).  Dalam kondisi itu ada yang berdiri diposisi “Bijak” dan yang bijak ini terkadang ikutserta mendukung supaya yang masih meupep pep segera berhenti.



Karena kaum ini merasa tidak enak, atau mereka memilih berdiri diposisi yang aman saja, dengan cara menghindari memihak terhadap yang dianggap lemah dan terkesan sedikir menyender pada kelompok yang dianggap kuat.



Dalam kondisi demikian pihak yang menginginkan isu menghilangnya nama Zawiyah Cot kala tidak semakin meluas, terlihat ada upaya melakukan peredaman terhadap orang yang masih melakukan pep-pep.



Dalam peredaman ini terjadi beberapa model, model pertama dengan tidak mau ikut serta atau berada di posisi pihak yang melakukan protes, model kedua dengan cara memberikan pendapat seolah-olah bijak tetapi bukan untuk tujuan agar nama itu kembali, dan model ketiga ada yang memilih diam dan mengabaikan perjuangan kelompok protes dengan harapan dia mendapatkan ‘sesuatu’



Dan strategi keempat yang sangat bahaya dan jauh dari kesan intelektual dalam lingkungan kampus. Para penyebar atau penabur strategi ini memainkan peran ketokohan dirinya, dan kesenioran, perkawanan kemudian memelas dan menyebutkan “jangan ribut nanti orang tua menangis”.



Artinya jangan melakukan protes lagi nanti orang tua disana menangis. Namun dalam riwayat itu tidak disebutkan alasan kenapa orang tua menangis, kalau nama Zawiyah diprotes untuk diminta dikembalikan sebagai nama IAIN.



Dan sini agak sedikit menimbulkan tanda tanya, dengan apa yang disampaikan oleh pembawa misi ini. Pertanyaan pertama siapa orang tua dimaksud, Kedua apa pasal hingga dia menangis kalau ada mahasiswa ,alumni atau masyarakat yang melakukan protes itu? Itu tidak mendapat penjelasan. ,” Ya memang unik fonomenanya, yang jelas, ada kelompok ini dan itu, memposisikan diri ” Ujar Faisal salah satu anggota Tiem acehbaruriset



Rabu, 7 Januari 2015 pagi LBH Bening menggelar diskusi Akademik terkait Hilangnya nama Zawiyah Cot Kala dalam alih status STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Menjadi IAIN di Hotel Kartika Langsa, dari peserta dan narasumber yang hadir menginginkan secepatnya revisi tersebut dilakukan. |IRA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.