Header Ads

LBH dan Perkumpulan Aceh Jakarta Desak Tindak Tegas Oknum Polisi dan TNI Pelaku Tindak Pidana

acehbaru.com | Jakarta- Masyarakat Aceh di Jakarta mengecam keras tindakan pembakaran terhadap Sudirman yang mengakibatkan korban meninggal oleh anggota Polri di Kepulauan Riau dan pembacokan terhadap AS (inisial) oleh anggota Serda W oknum TNI AD di Jalan Elak Gampong ALue Awe, Lhokseumawe. Kamis 22 Januari 2014



Ferry Afrizal Juru bicara sepuluh perkumpulan Aceh plus YLBHI untuk dua kasus ini mengatakan tindakan brutal yang tidak manusiawi yang dilakukan oknum aparat keamanan terus berulang. Ini diasumsikan selama ini pimpinan Polri dan TNI tidak menindak tegas anggotanya yang melakukan tindak pidana.



Ferri menyebutkan kasus pembakaran terhadap Sudirman dalam keadaan tangan ter-borgol yang terjadi di hutan lindung Gunung Jantan, RT 01 RW 01, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Tanjung Balai Karimun pada hari Rabu tanggal 14 Januari 2015 lalu, yang dilakukan oleh Brigadir Sony anggota Polsek Tebing, Kab. Karimun.



“Terlepas dari apapun yang dilakukan oleh korban, tindakan pembakaran diri terhadap korban merupakan hal yang tidak manusiawi dan tidak dibenarkan dengan alasan apapun,” Kata Ferry yang kini aktif di Kontras Jakarta



Ferri menambahkan jika korban di duga melakukan tindak pidana, seharusnya proses melalui peradilan bukan dengan cara brutal seperti preman jalanan. Berdasarkan penelusuran, bahwa penganiayaan terhadap korban tidak dilakukan oleh Brigadir Sony sendirian, namun juga bersama rekannya yakni Brigadir E, Brigadir RS dan warga sipil inisial TH. BACA : Kisah SADIS Warga Jeunib Dibakar Oknum Polisi



Peristiwa yang dialami oleh Sudirman merupakan Pembunuhan Berencana, hal ini berdasarkan penemuan barang bukti oleh Penyidik Polres Karimun, barang buktu tersebut berupa sebuah Mobil milik pelaku, botol bekas minuman mineral yang sebelumnya berisi bensin untuk menyiram korban juga ditemukan sandal yang dipakai untuk menganiaya korban.



Selain itu, perkumpulan masyarakat Aceh di Ibu Kota Jakarta masing-masing FOBA, Forum Aceh Jakarta, Aliansi Masyarakat Sipil Aceh [AMSA] Jakarta, KIPAH Jakarta, Ikatan Mahasiswa Pasca Sarjana Aceh [IMPAS], Himpunan Mahasiswa Islam [HMI], YLBHI, Ikatan Mahasiswa Pemuda Aceh [IMAPA] Jakarta, GEUSAPA Jakarta juga merespin kasus penusukan yang dilakukan oleh oknum TNI AD Serda W terhadap seorang wanita muda berinisial AS di Jalan Elak Gampong ALue Awe, Lhokseumawe, akibat tindakan brutal tersebut korban mengalami luka parah hingga kritis.



Berangkat dari dua kasus diatas, perkumpulan Aceh dan YLBHI di Jakarta mendesak Polda Kepulauan Riau, Polres Karimun dan Polsek Tebing harus bertanggung jawab secara intitusi, terutama AKBP Suwondo Nainggolan MH selaku Kapolres Karimun dan AKP Mukharom selaku Kapolsek Tebing.



“Kita berharap tindakan pelaku, Penyidik Polres Karimun menjerat pelaku dengan pasal 354 KUHP dan 355 KUHP, barang siapa sengaja melukai berat orang lain diancam 8 tahun penjara, dan 12 tahun penjara,”



Kata Ferry, penerapan pasal 354 dan pasal 355 KUHP sangat tidak sesuai dengan fakta kejadian dan akibat yang diterima oleh korban, seharusnya penyidik Polres Karimun menerapkan pasal Pasal 338 KUHP bahwa Barangsiapa sengaja merampas nyawa orang lain, diancam, karena pembunuhan, dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.



Sedangkan Pasal 340 KUHP bahwa Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain diancam, karena pembunuhan dengan rencana (moord), dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. BACA : Tuntut Tanggung Jawab Pacar, Perempuan Lhokseumawe Ini Malah Dibacok



Sementara untuk kasus penusukan yang dilakukan oleh Serda W terhadap AS, tindakan pelaku sudah melanggar pasal 351 KUHP yang menyatakan bahwa Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, dipidana penjara paling lama lima tahun. | LIA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.