Header Ads

6 Kg Sabu dan 30 Ribu Pil Ektasi ‘Super Great’ Ditangkap Polres Tamiang

acehbaru.com - Mungkin kali ini anda baru mendengar sabu-sabu dan Pil ektasi ‘Super Great’. Satuan Narkoba Polres Aceh Tamiang pada pukul 23:00 Wib, Minggu 18 Januari 2015 menangkap satu truk Fusu Intercoller Super Great, dibawah tempat duduk sopir ditemukan 6,1kg Sabu-sabu, 30 ribu butir pil ektasi. Kamis 22 Januari 2015.



Secara jumlah penemuan sabu dan pil ektasi kali ini memang sesuai dengan truk yang digunakan untuk mengangkut. Karena pelaku menggunakan truk fuso Super Great yang artinya Truk Fuso Intercoller Super Besar, karena bila dikalkualasikan harganya mencapai belasan Milyar.



Penangkapan narkoba Super Besar setelah ditemukan Home Industri sabu di Banda aceh dipicu olegh sebuah informasi kecil yang diterima Kasat Narkoba Polres Aceh Tamiang Ipda Ferdian Chandra. Pesan itu menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan ada transsaksi sabu-sabu besar di Medan Sumatera Utara.



Kemudian pesan itu memberikan sebuah petunjuk, Sabu-Sabu dan Pil ektasi yang bakal di transsaksikan akan dibawa dari Aceh dengan Mobil Box Intercoller warna Putih dengan nopol BK 9056 BU. Polisi dari Satnarkoba Polres Tamiang melakukan pengintaian terhadap mobil tersebut, dan pada pukul 07:00 Kamis 15 Januari 2015 pagi, truk tersebut melintas dari arah Medan ke Aceh. Truk Intercoller Box yang sudah lumayan canggih dan dapat angkat sayap box sendiri ternyata dalam keadaan kosong.



[caption id="attachment_19158" align="alignright" width="300"]NARKOBA 6 KILO DAN EKTASI 30.0000  30 Ipda Ferdian Chandra Kasat Narkoba Polres Aceh Tamiang menggelar barang bukti narkoba 6,1kg Sabu-sabu, 30 ribu butir pil ektasi. Barang tersebut ditangkap pada pukul 23:00 Wib, Minggu 18 Januari 2015 satu truk Fusu Intercoller Super Great, dibawah tempat duduk sopir ditemukan 6,1kg Sabu-sabu, 30 ribu butir pil ektasi. Foto acehbaru.com, Selasa 20 Januari 2015.[/caption]

Kembali dari Medan tak mengangkut barang, namun langsung melumat jalan aspal menuju ke Desa Buket Seraja Kecamatan Julok, Kab. Aceh Timur. Truk tertsebut terparkir di rumah Sang Sopir Bah alias Jon (38). Dua hari truk yang terlihat baru dan meudring manteong itu istirahat, baru berangkat pada sore Minggu 18 Januari 2015.



Dari Kuta Binjee hingga ke Perlak tidak berhenti memuat barang untuk diangkut ke Medan. Ternyata sesampai dikawasan Sarah Teubee Bayeun seseorang sedang menunggu mobil yang di kemudikan Bah alias Jon melintas. Memang sudah janji, seseorang yang belum diketahui namanya menaikkan Tag Ikan, ternyata didalamnya 6,1 Kilogram Sabu-Sabu dan 30 ribu butir pil ektasi.



Jenis nmarkotika yang berharga mahal tersebut diangkut pelan oleh Bah, jalan berbelpok dan bentangan sawah Bayeun pemandangan gelap malam itu bagi Bah yang memiliki dua anak dan satu istri itu. Sesampai di Langsa ia tidak meneruiskan perjalanan ke Medan, namun ia menyempatkan diri untuk singgah ke Kilo Meter 5 Kuala Langsa untuk sebuah keperluan. “Takut menghilang, kita hentikan terus truk, dan kita geledah, kita temukan bb,” Ujar Ipda Ferdian Chandra. Selasa, 20 Januari 2015.



Dalam pemeriksaan Bah Alias Jon masih bungkam siapa penumpang gelap di Sarah Teubee yang menggunakan Vario dan mengantarkan satu Tag Ikan yang kemudian isi dalamnya membuat Bah Alias Jon menjadi tersanggka dan kini ditahan di Polres Aceh Tamiang. “ Saya tidak tau namanya, wajahnya saya ingat, karena berhubungan dengan dia via telpon,” Aku Bah.



Bah mengaku hanya sebagai penerima upahan dengan ongkos Rp.150 juta bila 6,1 kilogram Sabu dan 30 ribu pil ektasi sampai ketangan penerima di Medan. Pun demikian sidro Bangsa Acehnyan akan terjerat dengan sejumlah pasal, masing-masing 114 ayat 2, pasal 115 Ayat 1 dan pasal 1123 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman sampai pada tingkat ‘Super Great’ paling rendah 6 tahun dan terakhir hukuman mati. | IRA|



 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.