Header Ads

Siapa Jamaah Sabu Ketua KIP ?

acehbaru.com - Ismail Sarjana Agama, sebuah sumber menyebutkan ia adalah alumni Fakultas Dakwah UIN Ar Raniry Banda Aceh. Dia juga tercatat sebagai PNS di lingkungan Kamenag Aceh Timur. Pemilukada 2012 membawanya kepucuk pimpinan KIP Aceh Timur. Nama Ismail sempat heboh dan mencuri perhatian perpolitikan Aceh 2014. Pasalnya ia membawa kotak suara tanpa pengawalan polisi. Aksi Ismail menimbulkan tanda tanya dan kecurigaan masyarakat dan kontestan pemilu.



Namun aksi Ismail yang tersiar sesaat itu, tidak keliatan ada sanksi yang berat untuknya, dan pemilu di Aceh Timur itu akhirnya dimenangkan oleh Partai Aceh. Setelah masa jabatan sebagai ketua KIP priode pertama berakhir. Ternyata langkah Ismail masih panjang, Ia  ‘disayang’ oleh para anggota dewan setempat. Tak heran  DPRK yang sejatinya adalah penentu siapa anggota dan ketua Komite Penyelenggara Pemilu di Aceh. Ismail kembali menduduki  Ketua KIP 2014 – 2017 mendatang.



Dengan terpilih dipriode kedua sebagai ketua KIP, bisa kita sebutkan bahwa Ismail bukanlah pertentengan atau sembarang orang. Ketua KIP itu dapat diraih minimal ia memiliki koneksi yang kuat dengan orang kuat di Aceh Timur dan pemegang kursi terbanyak di DPRK Aceh Timur.



Namun apa yang terjadi? Dikala karir Ismail sebagai ketua KIP yang terbang bak cepat seperti laju pesawat tempur tiba -tiba tersandung kasus Narkoba.Ismail yang selama ini dikenal sebagai pejabat negara dan PNS di Kamenag Aceh Timur pada Senin 8 Desember 2014. Ismail ditangkap Resnarkoba Polresta Medan di sebuah pangkalan bus, Jalan Medan-Binjai, Km 12, karena membawa 1 kilo gram sabu.



Penangkapan itu sempat dibantah oleh Ismail, Minggu, 14 Desember 2014. Media Serambi Indonesia melansir Ismail mengaku dijebak. Namun keterangan Ismail disambut Kasat Resnarkoba Polresta Medan Kompol Dony Alexander, Jumat 12 Desember 2014, menurutnya Sabu-sabu satu kilogram yang dibawanya Ismail itu memang untuk kita (polisi). Hasil dari undercover buy,”



Keterangan Kompol Dony Alexander mengisyaratkan Ismail sudah dikantongi nama sebelum aksi penangkapan dilakukan. Kemungkinan besar dari sekian orang yang ditangkap Narkoba jenis Sabu sebelumnya ada yang tersebut nama Ismail, S.Ag.



11 hari sejak ditangkap cerita tentang Ismail terus berlanjut, Polisi Kota Medan menemukan kisah baru dalam perjalanan pemeriksaan Ismail. Serambi Indonesia, Kamis, 18 Desember 2014 merilis Polisi mensinyalir jaringan peredaran narkotika jenis Sabu yang dilakoni Ismail pelanggannya adalah sejumlah pejabat dan politisi di Aceh. Tim yang terdiri atas gabungan personel Polresta Medan dan Polda Sumut ini bahkan sudah berada di Aceh. Mereka diinstruksikan mengawasi oknum-oknum pejabat, termasuk politisi di Aceh yang diduga menjadi pelanggan tetap Ismail dalam bisnis sabu-sabu.



“Nggak bisa dilepas kasus ini. Sudah Pak Kapolda langsung yang memerintahkan sikat habis!” ujar Perwira berpangkat Kombes di Polda Sumut tersebut yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu 17 Desember 2014.



Katanya, berdasarkan laporan penyidikan yang diterima, ternyata Ismail sudah cukup dikenal oleh para pecandu narkoba dari kalangan papan atas, baik di Aceh maupun di Medan. Itu sebab, kini tim khusus bentukan Polda Sumut mencurigai beberapa pejabat, baik di Aceh maupun di Sumut, sebagai pelanggan tetap Ismail. “Tidak tertutup kemungkinan dalam waktu dekat ada lagi yang ditangkap,” ujarnya.



Sabu-sabu yang disita dari tangannya dipastikan dia bawa dari Aceh. Namun, polisi masih mengusut sumber barang terlarang itu, karena tidak tertutup kemungkinan didatangkan dari luar negeri ataupun diproduksi di Aceh.



Ketua KIP Aceh Timur dan juga berstatus sebagai PNS di Lingkungan Kementerian Agama Aceh Timur sedang tersandung kasus tak elok. Sejumlah pejabat dan Politisi Aceh disinyalir sebagai langganan bahan bakar Bhot Dhot Dhot (Boat Mainan bakaran api-perumpamaan orang isap sabu) itu ikut tersodok.  Tapi kita masih harus bersabar siapa selanjutnya yang di Cokok ?. |IRA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.