Header Ads

Jelang Akhir Tahun, Realisasi APBA Baru 78,4 Persen

acehbaru.com | Banda Aceh -Walaupun usia tahun 2014 tinggal 12 hari lagi, namun realisasi keuangan APBA tahun 2014 baru terserap 78,4 persen atau senilai Rp 10,1 triliun dari pagunya Rp 12,9 triliun, setelah perubahan APBA 2014. Realisasi itu masih dibawah target tahun ini sebesar 93 persen. Jumat, 19 Desember 2014



Diberitakan Serambinews.com Akibat belum tercapainya target realisasi keuangan tersebut, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah telah melarang para Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang daya serap keuangannya masuk dalam kategori rapor merah atau masih berada di bawah 80 persen, dilarang melakukan perjalanan dinas ke luar Aceh. “Kepala SKPA yang realisasi keuangannya masih di bawah 80 persen atau berapor merah, dilarang melakukan perjalanan dinas ke luar Aceh,” kata Gubernur Zaini Abdullah. Rabu, 17 Desember 2014



Gubernur melarang para Kepala SKPA melakukan perjalanan dinas ke luar Aceh, bertujuan agar mereka lebih memfokuskan pekerjaannya untuk penyelesaian berbagai paket proyek fisik dan pengadaan yang realisasi fisik proyeknya belum mencapai target.



Gara-gara itu, daya serap keuangan bulan ini tidak mencapai target.  Dari 49 SKPA yang ada, sebut Gubernur Zaini, ada 22 SKPA yang daya serap keuangan proyek APBA 2014 masuk kategori rapor merah, yaitu Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh, realisasinya baru 42,78%, Sekretaris Wali Nanggroe 48,96%, Dinas Cipta Karya 50,03%, Dinas Bina Marga 62,84%, Dinas Pengairan 63,33%, dan Disdik 63,95%.



Selain itu, Dinas Kelautan dan Perikanan 67,56%, Rumah Sakit Jiwa 67,75%, Dinas Keuangan 68,27%, Dinas Registrasi Kependudukan Aceh 70,14%, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan 71,81%, Sekretariat DPRA 71,93%, Dispora 72,81%, Dishubkomintel 73,17%, Dinas Perkebunan 75,72%, Majelis Pendidikan 76,97%.
Instansi lainnya adalah Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) 77,30%, Bappeda 77,37%, BPBA 77,63%, Disbudpar 78,80%, serta Rumah Sakit Ibu dan Anak 79,21%.



Asisten III Setda Aceh, Dr Muzakkar SH mengatakan, meski daya serap keuangan APBA 2014 per 17 Desember 2014 baru 78,4%, tapi ia optimis, pada akhir tahun nanti bisa mencapai 90 atau 93%.



Pengalaman pada tahun 2013, katanya, pada pertengahan bulan Desember, seperti sekarang ini, daya serap keuangan APBA masih di bawah 80 persen. Tapi setelah Gubernur Zaini mengingatkan para kepala dinas dan badan untuk segera meningkatkan kinerja proyek fisik dan pengadaan APBA-nya, baik itu yang berkenaan dengan keuangan, maupun perkembangan pembangunan fisik di lapangan, langsung terjadi perubahan.



Daya serap keuangan maupun kemajuan realisasi fisik proyeknya mendadak naik berada di atas 90 persen.



Menurut Muzakkar, dalam masa tenggang tiga hari dari tanggal 17-20 Desember 2014 yang merupakan batas akhir pencairan dana APBA maupun APBN, para kontraktor banyak yang telah menyelesaikan pekerjaan fisik maupun pengadaannya. Tapi mereka baru mengusul amprahan dana proyeknya pada Kamis kemarin. Nah, usulannya belum masuk dalam laporan realisasi keuangan APBA per 17 Desember 2014.



Ia menilai, kebijakan Gubernur Aceh melarang para kepala dinas dan badan yang realisasi keuangan APBA-nya masih berapor merah untuk melakukan perjalanan dinas ke luar Aceh, sudah tepat. Soalnya,kalau kepala dinas dan badan pada ke luar daerah, sementara pada saat yang sama rekanan mengusulkan pengamprahan dana proyek yang sudah ia kerjakan, maka siapa yang akan meneken untuk pencairan dana tersebut. Rata-rata yang menjadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dana proyek APBA 2014 adalah kepala dinas.



Kadis Pendapatan dan Kekayaan Aceh, Muhammad mengatakan, daya serap keuangan APBA dinasnya masih sangat rendah atau baru mencapai 42,78%. Ini karena, dari Rp 401 miliar anggaran yang ditempatkan pada dinasnya, 50% merupakan pos untuk pengadaan tanah atau untuk pelaksanaan pembebesan tanah masyarakat yang terkena lokasi proyek fisik.



Sementara itu, dari 49 SKPA yang ada, hanya 16 SKPA saja yang rapornya sudah biru alias bagus dan biak, karena daya serap keuangannya sudah berada di atas 88-96 persen, sedangkan yang berapor hijau ada 9 SKPA, daya serap keuangannya antara 83-87% dan berapor kuning tiga SKPA daya serap keuangannya 80-82%, yaitu Perwakilan Aceh di Jakarta, RSUZA, dan Dinas Koperasi dan UKM.



Wakil Ketua Sementara DPRA, Drs Sulaiman Abda MSi yang dimintai tanggapannya mengatakan, DPRA sangat berharap eksekutif bisa bekerja lebih baik lagi dalam mengakhiri pelaksanaan proyek APBA 2014 di akhir tahun anggaran 2014.
Menurut Sulaiman, target daya serap keuangan boleh saja dikejar, tapi perlu diingat, caranya jangan melanggar hukum atau prosedur.



Misalnya, ada proyek baru selesai 70%, karena ingin daya serap keuangannya tinggi, maka rekanan diminta mengamprah dana proyek tersebut sampai 100 persen dalam waktu tiga hari ini. “Kalau ini yang terjadi, cara iini melanggar prosedur dan hukum,” kata Sulaiman. Disebutkan juga bahwa rekanan yang sudah menarik penuh 100 persen dana proyeknya, ia jadi malas menuntaskan proyeknyas. “Ini perlu diwaspadai gubernur, wagub, dan inspektorat,” ujar Sulaiman Abda.



Proyek-proyek yang demikian itu, menurutnya, akan menjadi target dan sasaran anggota DPRA pada saat reses maupun lainnya, sebelum pelaksanaan paripurna perhitungan APBA 2014 dilakukan pada April atau Juni 2015. | LIA|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.