Header Ads

Buruknya Penanganan Korban Musibah Banjir di Seunuddon

acehbaru.com | Aceh Utara – Miris melihat penanganan korban musibah banjir di Kec. Seunuddon, Aceh Utara. Pasalnya, hingga hari ke empat , Sabtu 27 Desember 2014, belum semua gampong di kecamatan ini mendapatkan bantuan dari total 14 gampong yang terkena musibah banjir.



Di gampong Alue Barueh misalnya, korban banjir sangat mengharapkan bantuan terutama dari pemerintah berupa sembako. Namun hingga saat ini  mereka hanya mendapatkan bantuan obat obatan dari Puskesmas setempat yang diserahkan pada Jum’at sore, 26 Desember 2014. Itupun diberikan dikarenakan kelebihan obat di gampong lain, bukan prioritas.



Camat Seunuddon, Fatwa Maulana ketika dikonfirmasi via seluler, Kamis malam 25 Desember 2014 mengatakan, pihaknya  telah menangani semua korban banjir di Kecamatan Seunuddon. “Besok (26 Desember 2014 – red) akan ada lagi bantuan dari Baitul Mal,” tandasnya.



Fatwa menyebutkan, 14 gampong di kecamatan setempat yang terkena musibah banjir telah diberikan bantuan di antaranya dari Dinas Sosial Aceh Utara. Namun kenyataannya hingga saat ini masih ada korban banjir yang mempertanyakan kenapa di desanya belum mendapatkan bantuan.



Kecemburuan sosial kian meningkat di kalangan masyarakat saat sejumlah anggota DPRK Aceh Utara tebang pilih dalam memberikan bantuan di kecamatan itu, dimana bantuan hanya diberikan untuk gampong-gampong yang dulu memberikannya suara terbanyak pada Pileg 2014.



Selain itu, beredar informasi bahwa gampong yang tak mendapatkan bantuan dikarenakan korban banjir tak mengungsi ke meunasah (surau). Ini merupakan asumsi tak logis karena tak mengungsi ke meunasah bukan berarti tak menjadi korban banjir. Padahal, korban banjir telah mengungsi ke tempat sanak saudara atau tempat yang lebih tinggi.



"Barang-barang ini akan saya bawa ke kedai. Di sana lebih aman," ungkap Burhan (37), salah seorang warga Desa Alue Barueh, kecamatan setempat, Rabu 24 Desember 2014.



Wajah-wajah lesu terpancar dari korban banjir yang tak mendapatkan bantuan. Mereka  masih bertanya-tanya mengapa gampongnya hingga kini belum tersentuh bantuan. | AMI |



Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.