Header Ads

Anggota TNI Ini Meninggal saat Atraksi Menembak

acehbaru.com |Palembang  - Pratu Fahrurrozie alias Ojie anggota TNI dari Batalyon Bonafit di Kodam II Sriwijaya meninggal  akibat luka tembak di bagian dada sebelah kanan. Pratu terkena tembakan saat berlangsung atraksi menembak yang digelar dilapangan belakang Makodam II Sriwijaya, Senin 15 Desember 2014 lalu.



Dikutip dari tribunews.com  Ojie yang merupakan sopir dari Komandan Bataliyon dari kesatuannya tersebut, meninggal diduga terkena dua peluru yang bersarang di dada sebelah kanan, setelah atraksi menembak dalam acara hari Juang Kartika di Makodam II Sriwijaya, Senin 15 Desember 2014 lalu.



Tetapi, banyak yang beranggapan jika kematian Pratu Ojie merupakan mati sahid karena saat kejadian tengah menjalankan tugasnya. Orang-orang yang mengaku mengenal Ojie juga merasa kehilangan. Sehingga mereka menyebut, jika Ojie mati sahid seperti dalam peperangan.



Meski itu merupakan insiden yang tidak dapat dihindari, tetapi kematian Pratu Ojie menjadi duka terutama orang-orang yang mengenalnya. Meski terbilang baru bertugas di Palembang, Ojie dikenal supel dalam berteman.



"Ojie mati sahid. Dia orangnya baik," ujar seseorang rekan yang mengenal Ojie tetapi enggan berkomentar banyak.



Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Tribun, jika Ojie baru sekitar tiga atau empat bulan bertugas di Palembang. Saat pindah ke Palembang, dia ditempatkan di Batalyon bonafit di Kodam II Sriwijaya. Setelah itu, ia ditempatkan menjadi sopir dari Komandan Batalyon.



Namun, dengan kejadian ini banyak orang-orang enggan berkomentar. Terlebih, meninggalnya Pratu Ojie saat usai pelaksanaan atraksi menembak yang dilakukan dua orang anggota yang dibonceng dua anggota lainnya di atas motor trail.



Usai atraksi tersebut, karena memang kondisi lapangan belakang Makodam II Sriwijaya yang ramai kejadian ini banyak orang yang tidak mengetahuinya. Tetapi, ada beberapa anggota yang membawa Pratu Ojie keluar dari kumpulan anggota yang sedang berada di lapangan upacara untuk dibawa ke RS RK Charitas Palembang.



Terlebih, suara gemuruh dan letusan suara tembakan dari drama kolosal perang lima hari lima malam membuat seluruh orang yang hadir dalam acara ini fokus ke sana. Karena, drama kolosal yang ditampilkan menarik semua orang yang hadir dan membuat tertawa dengan adegan-adegan yang ditampilkan.



Baru setelah acara usai, tersebar informasi jika ada anggota yang terkena tembakan dari atraksi menembak. Informasi terus berkembang dan banyak juga yang menjadi pertanyaan, kenapa bisa tembakan yang dilepaskan anggota yang melakukan atraksi mengenai Pratu Ojie.



Ternyata, dari informasi jika sebelumnya Pratu Ojie berdiri diantara anggota lain di samping dua truk yang menjadi sasaran tembak untuk atraksi. Tetapi, setelah itu Pratu Ojie berada di belakang dua truk yang menjadi sasaran tembak. Saat atraksi itulah, diduga tembakan yang dikeluarkan anggota mengenai Pratu Ojie yang berdiri ditempat yang sebenarnya telah disterilkan.



"Kami juga tidak mengetahui secara pasti, hanya informasi-informasi dari mulut ke mulut," ketika ditanya kepada beberapa anggota yang saat itu ada di acara tersebut.



Dari lokasi yang dijadikan tempat atraksi, dua truk dan dua motor trail yang digunakan untuk atraksi tidak dipindahkan sama sekali. Selain itu, lokasi dimana tempat Pratu Ojie tertembak juga dipasang garis Polisi Militer.



Hingga sore hari usai kegiatan, dua truk dan dua motor trail yang digunakan untuk atraksi dan lokasi dimana tempat Pratu Ojie tertembak yang dipasang garis Polisi Militer tidak disenggol atau dilihat sama sekali. Semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing.



Sedangkan, jenazah Pratu Ojie yang sempat dilarikan ke RS RK Charitas Palembang setelah dimandikan, langsung dibawa ke Jambi untuk dibawa ke rumah duka. Karena, Ojie merupakan warga Jambi dan orangtuanya berada di sana. | IRV|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.