Header Ads

Wah, Napi Pindahan Dari Bandung, Kabur dari LP Banda Aceh. “Siapa yang lepas ?

acehbaru.com | Banda Aceh – Berita dan cerita kabur napi terkadang banyak orang tersenyum manis. Logika sederhana LP yang bertembok tinggi dengan pintu besi yang sangat kuat, dan plus penjaganya sulit dibayangkan seorang napi dapat kabur. Kalaupun anda kabur lewat tembok, itu pun harus dengan penuh perjuangan. Namun kisah kali ini sepertinya kaburnya A Bin I napi pindahan dari Bandung di LP Banda Aceh satu nyamuk pun tidak terganggu? Ha..ha…. Mulus !



Namun saat perhitungan jumlah napi saat acara pelantikan sejumlah pejabat dilingkungan Kanwilkumham Aceh, Rabu 28 Oktober 2014, termasuk Kalapas Banda Aceh M.Sutan yang hari itu dilantik menjadi kalapas LP Kota Lhokseumawe. Disitulah ketahuan bahwa kawan Napi A Bin I yang dihukum 8 tahun karena kedapatan membawa 80 bal ganja itu tidak ada ditempat.



Reporter acehbaru.com berhasil mewawancarai beberapa sumber terpercaya, bahwa kaburnya A bin I alias andrian yang selama LP Banda Aceh penghuni kamar 12 blok A yakni terpidana dalam kasus narkoba yang juga napi pindahan LP Banceuy Bandung diduga kuat melibatkan 2 pejabat Lapas dan seorang oknum petugas lapas.



Sumber itu menyebutkan dalam ‘membantu’ pelarian A Bin I diduga kuat orang nomor satu Di LP Banda Aceh ‘mengetahui’ dan ,”F” sebagai Kepala Pengamanan LP (KPLP) serta dibantu seorang oknum petugas lapas berinitial “H”dengan cara dikeluarkan melalui pintu penjagaan utama (P2U) beberapa Minggu sebelum acara pelantikan.



Pengeluaran napi ini telah diakui oleh oknum pejabat lapas serta oknum petugas berinisial “H”, oknum KPLP berinitial F serta “MS” oknum mantan kalapas Banda Aceh didepan Kakanwil Hukum dan Ham Aceh Fathlulrachman yang didampingi oleh para Kepala Divisi (Kadiv) serta pejabat teras lainnya pada saat dan usai acara pelantikan.



Kakanwilkumham Aceh Fathlulrachman ketika dihubungi acehbaru.com, namun dalam keterangannya melalui kadivpas Aceh Mujiraharjo Bc.IP membenarkan adanya napi narkoba yang telah kabur dan terlibat petugas Lapas.



Mujirahrjo yang juga pejabat Nomor dua dilingkungan kanwilkumham Aceh juga menjelaskan jika pihaknya (kanwilkumham Aceh) telah memerintahkan pada hari itu juga agar dikeluarkan surat pencarian terhadap napi tersebut. Dan memerintahkan Kalapas,KPLP dan Oknum petugas LP tersebut untuk mencari dan menangkap kembali narapidana atas nama Arifin bin Ibrahim alias Andrian untuk dikembalikan ke dalam Lapas.



“Saya sangat merasa kecewa atas kembali terjadinya kaburnya napi,sedangkan bapak kakanwil sendiri sangat marah pada hari itu setelah mengetahui adanya napi yang kabur atas keterlibatan petugas”, ungkap Mujiraharjo yang dikenal sebagai kadivpas yang berani dan tegas dilingkungan Pemasyarakatan Aceh.  “Ya pegawai Lapas yang terlibat akan di kenakan sanksi dan kita pindahkan, mudah-mudahan Kalapas yang baru lebih profesional dalam segala hal”tambahnya.



Pihak kanwilkumham Aceh juga akan melaporkan kaburnya narapidana yang melibatkan dua pejabat lapas dan seorang petugas lapas ini ke Ditjenkumham Jakarta selaku lembaga ataupun Institusi yang membawahinya untuk mendapat sanksi terkait adanya informasi jika napi sindikat narkoba ini telah dibekuk oleh BNN pada, Senin 24 Oktober 2014 di Bandung atas keterlibatannya dalam kasus lain, Mujiraharjo mengaku belum mengetahuinya dan jika pun benar hal tersebut sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan dari pihak BNN.



Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan napi A bin I alias Ardian selama ini jarang berada didalam LP Banda Aceh sudah berlansung lama, mulai LP Banda Aceh dipimpin oleh pak M.Tavif kalapasnya sampai pak M.Sutan menjadi kalapasnya. “Ardian jarang berada didalam LP,alasannya sakit ini sakit”, ungkap salah seorang napi yang minta tidak disebutkan namanya.



“Coba abang tanya saja sama pak kalapas dan sama pak Fuadi KPLP,kalau dia pasti tahu dan terlibat karena tanpa izin mereka Ardian pasti tidak bisa berada diluar LP, Apalagi hukuman Ardian tinggi dan masih banyak kenapa dikasih selalu berada diluar, apa karena banyak uangnya,”ujar napi tersebut.



Dari beberapa sumber acehbaru.com yang berada dalam LP Banda Aceh mengatakan selama LP B.Aceh dipimpin oleh kalapas berinitial MS banyak napi bandar narkoba bebas berada diluar LP, terbukti dengan tertangkapnya beberapa napi diluar LP sedang transaksi narkoba oleh aparat kepolisian Aceh.



"Semua ini bisa terjadi tidak terlepas dari tanggungjawab MS sebagai kalapas dan peran F sebagai KPLP orang No 2 dilingkungan LP Banda Aceh,” Jelas seorang pejabat Pemasyarakatan Aceh yang namanya minta tidak disebutkan.



Informasi terakhir diterima acehbaru.com orang-orang yang terindikasi bertanggungjawab atas kaburnya napi A bin I alias Ardian diluar lapas tanpa izin, dan menyalahi prosedural telah dilakukan pemanggilan oleh pihak Polda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan pelanggaran tindak pidana.



Terkait dengan kasus ini, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Gustav Leo mengaku belum menerima laporan kaburnya Napi tersebut. “Karena proseduralnya jika napi itu kabur sendiri ya harus di tangani oleh Kalapas dan jika mereka minta bantu baru kami turun tangan dan itu bukan lansung ke Polda tapi harus ke Polres dulu dan jika sudah di tangkap baru kami terima laporan di polda,” Jelas Gustav.



Supardi, SH, MH selaku Kepala BNN Kota Jakarta Timur saat di hubungi acehbaru.com membenarkan jika napi yang bernama Arifin adalah pindahan dari LP Banceuy Bandung, dan pihaknya akan menghubungi Kakanwil dan Kalapas setempat untuk memintai keterangan terkait kaburnya napi tersebut. Dan kami pun belum terima laporan dari kakanwil”ujarnya. | IRA | BSM|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.