Header Ads

Uang Parkir dan sewa Lapak Pameran Diduga Raib Tanpa Masuk PAD

acehbaru.com | Lhokseumawe - Uang hasil kutipan baik dari pembayaran parkir kendaraan maupun dari hasil sewa lapak pedagang di lokasi pameran Pendidikan Dan Pembangunan Kota Lhokseumawe di areal reklamasi Desa Mon Geudong Kec. Banda Sakti diduga raib dan belum masuk ke pendapatan asli daerah (PAD ) Kota Lhokseumawe. Senin, 11 November 2014

Bahkan uang hasil kutipan yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah itu, ironisnya justru sama sekali tidak menjadi retribusi untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Lhokseumawe, Sehingga uang retribusi itu diduga masuk ke dalam kantong pribadi oknum pejabat yang bertindak sebagai panitia acara pameran pendidikan dan Pembangunan Kota Lhokseumawe.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pengelolaan, Keuangan, Aset Daerah ( DPKAD ) Kota Lhokseumawe Adnan saat di konfirmasi Wartawan mengatakan sampai hari ini, pihaknya sama sekali tidak menerima adanya setoran uang retribusi dari lokasi pameran, Adnan menerangkan, jauh hari sebelum acara pameran digelar, pihak panitia terkait telah melakukan koordinasi dan meminta kesepakatan untuk tidak menyetor uang retribusi.

Adnan mengaku dirinya sama sekali tidak mengetahui secara detil tentang proses pengutipan uang parkir dan sewa lapak di lokasi pameran serta tidak mengerti berapa jumlah yang patok panitia, “ Sampai hari ini 11 November 2014 pihak kami memang sama sekali tidak menerima setoran retribusi dari lokasi pameran. Karena awalnya, pihak panitia terkait sudah melakukan koordinasi dan meminta agar sepakat tidak setoran retribusi,”kata Adnan Kepada Wartawan.

Seorang pengunjung pameran Kota Lhokseumawe, Nasir mengatakan untuk memasuki lokasi pameran ia nya harus membayar uang parkir. Untuk kendaraan roda dua berkisar Rp 3000 perunit dan roda empat berkisar Rp 5000 perunit.

Sementara itu, salah seorang pedagang Mie Bakso Abdurrahman Dan Penjual Es Agus mengatakan untuk dapat berjualan di lokasi pameran dirinya juga harus membayar uang sewa lapak yang tinggi, Abdurrahman mengaku dirinya membayar uang sewa lapak hingga tuntas acara sebesar Rp4 juta kepada pihak panitia acara Sementara Agus Membayar uang sewa lapak sebesar Rp 3 juta rupiah.

Antara lain bila sewa setiap lapak untuk perharinya, pedagang harus menyetor berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta dan untuk memborong lapak hingga tuntas acara pameran ada yang harus membayar antara Rp 3 juta hingga Rp10 juta rupiah.

Namun begitu hujan turun pedagang mengalami kerugian dan pihak panitia malah buang badan tanpa mau menimbun lapak yang tergenang air dan becek, Menurut sejumlah pedagang lainnya menerangkan, pihak panitia tidak mau memberi teloransi dan tetap meminta pungutan uang dalam jumlah yang tinggi. | TFQ|

Kabag Humas Kota Lhokseumawe Muslem selaku Sekretaris Panitia acara pameran Serta Kabag Humas Pemko Lhokseumawe Saat Dikonfirmasi Acehbaru.com Melalui ponselnya sampai berita ini di kirim tidak tersambung dengan nada tidak aktif, sementara Short Message Service (SMS) yang dikirim juga tidak dibalas. | TFQ|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.