Header Ads

Tiga "Jenderal PBB" Medan, Kalah Olah dengan "DK PBB Made In Aceh"

Medan | acehbaru.com - Masih ingatkah anda dengan  keberadaan kantor "DK PBB"  di Kelurahan Blower Kota Banda Aceh pada era April 2010 silam?. Kantor "DK PBB" di Aceh  tergolong "Hebat". Pasalnya dalam beberapa bulan didirikan mereka telah mengumpulkan sejumlah dokumen para sarjana dan para pegawai bakti dan honorer mereka berjanji janjinya akan diangkat sebagai PNS. Pimpinannya pun tak tanggung, mereka melebelkan diri dengan sejumlah titel keren. Rabu, 19 November 2014



Kemeriahan aksi olah yang dilakonkan para personel "DK PBB" made in Aceh adalah mengumpulkan sejumlah dokumen masyarakat yang sedang galau tidak memiliki pekerjaan tetap, dan galau karena kelamaan  diangkat menjadi PNS yang tentunya tidak gratis itu alias penuh dengan kutipan dengan alasan dapat mengurus ini dan itu.  (BACA : Kantor PBB palsu ) 



"DK PBB made in Aceh " memiliki kantor di Kelurahan Blower Kota Banda Aceh ketika petugas datang untuk memeriksa, beberapa staf di kantor itu mengaku telah memiliki mandat resmi untuk mendirikan perwakilan di wilayah Aceh. saat itu Salah satu staf bernama  Marzuki Abdulah, mengaku sebagai wakil Kepala Kantor "DK PBB" itu, sedangkan mandat sebagai Ketua adalah Prof Dr Nurdin Jalil SE.SHO. (BACA : Polisi Grebek Kantor PBB gadungan) 



[caption id="attachment_18316" align="alignleft" width="300"]kantor_pbb_palsu_di_aceh_663_382 "Kantor PBB" Unit Desa | Foto Viva.co.id[/caption]

Kantor "DK PBB Made in Aceh saat itu bukan saja berkantor di Banda Aceh, tetapi telah membuka cabang di Bireuen. Untuk kantor perwakilan Bireuen  yang dipimpin oleh Tgk Syi asal Samalanga pada bulan April 2010 aktivitas tergolong padat. Sebuah rumah permanen kawasan Cot Bada Barat yang dijadikan pusat kendali  terlihat sering dikunjungi banyak orang.



Sehari-harinya banyak sepeda motor yang parkir di halaman rumah. Pada Senin (26/4), mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, orang-orang di kantor itu masih melakukan pendataan bagi anak korban konflik dan pegawai honorer untuk menjadi PNS. (Baca : "Kantor PBB" Unit Desa)



[caption id="attachment_18315" align="alignright" width="240"]Kantor PBB- bangai Ketua Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) gadungan tertangkap sudah. Nurdin Jalil (49) diringkus Tim Cacing Polres Bireuen Minggu (20/6/2010) sekira pukul 14.30 WIB kemarin, diringkus. Tim Cacing yang dibentuk Polres Bireuen, di kawasan Desa Ulee Kareng, Kecamatan Simpang Mamplam, Bireuen. Darinya ikut diamankan sebuah mobil pick up, sebilah rencong, handphone (hp), tiga unit ATM BCA dan satu BII, serta dua lembar uang dolar Amerika Serikat masing-masing pecahan 1 dolar. | Foto Serambi[/caption]

Untuk anak korban konflik akan diberikan bantuan langsung dari PBB sebesar Rp 5 juta per KK sedangkan bagi pegawai honorer yang akan diangkat sebagai PNS diminta biaya pengurusan Rp 1,5 juta per orang.



Informasi lain menyebutkan, ada juga orang-orang yang mengaku sebagai orang suruhan staf PBB bekerja mengumpulkan KTP warga di Kecamatan Simpang Mamplam dan Samalanga.Warga yang dikumpulkan KTP diiming-iming bakal mendapatkan bantuan untuk sektor pertanian dan juga peternakan. 



Akibat aksi "Olah" ini membuat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf saat itu  meminta kepolisian untuk menyelidiki tindakan sekelompok orang yang mengaku "DK PPB" itu. Irwandi juga menyebutkan surat-surat dan stempel serta atribut yang mirip "DK PBB" itu dipalsukan, karena dibuat di kantor tersebut. Akibat aksi "Olah" tersebut sejumlah  awak kantor "DK PBB Made in Aceh " kemudian  berurusan dengan pihak kepolisian Polda Aceh dan berakhir di penjara.



Namun empat tahun kemudian aksi "Ulok" ini sepertinya ditiru tiga warga sipil di Medan. Seperti diberitakan Detik.com  Tiga warga sipil di Medan mengaku-ngaku sebagai jenderal pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Aksi mereka cepat ketahuan akhirnya pria paruh baya yang dengan gagah pakai jas dan baret tersebut  diamankan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut. (Baca : Tiga Jenderal PBB) 



Ketiga pria lengkap dengan tanda bintang di pundak dan baret warna biru muda khas seragam PBB itu masing-masing bernama Aditya Bambang Mataram mengenakan seragam dengan tanda pangkat lima bintang atau jenderal besar. Sementara dua lagi mengenakan tanda pangkat tiga bintang atau letnan jenderal, yakni Syarifuddin P Simbolon dan Jemmy Mokodompit.



Penangkapan ini menunjukkan "Magig Jer dan Magig Com, serta Magig Olah yang dimiliki ketiga "Jenderal PBB" masih kurang piawai, buktinya mereka begitu cepat tertangkap aparat berwajib. "He...he... seharusnya mereka belajar dulu sama personil "DK PBB Made in Aceh " yang lumayan lama beroperasi hingga sempat membuka kantor di pusat Kota Banda Aceh dan cabangnya di Kabupaten, Olah -Olah," Ujar Ismail seorang warga Banda Aceh. |IRV|

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.